Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman Terkendali
Kamis, 02 April 2026, 21:19 WIB
BISNISNEWS.id - Getaran gempa yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara tidak hanya menghadirkan kekhawatiran, tetapi juga menguji kesiapsiagaan berbagai lini layanan publik.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan guncangan gempa tersebut tidak mengganggu layanan penyeberangan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis (02/04) pukul 05.48 WIB.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km. Gempa ini sempat berpotensi tsunami dan diikuti sejumlah gempa susulan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa perusahaan bergerak cepat merespons kondisi tersebut dengan memastikan seluruh operasional, khususnya di wilayah terdampak seperti Ternate dan Bitung, tetap berjalan optimal disertai peningkatan kewaspadaan di seluruh lini.
“Kami memastikan seluruh lini operasional bergerak cepat dan terkoordinasi. Kesiapan armada, personel, serta penguatan pemantauan informasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci agar layanan tetap berjalan aman dan terkendali,” ujarnya.
Hasil pemantauan di wilayah ASDP Cabang Bitung menunjukkan bahwa fasilitas pelabuhan, area parkir, serta ruang tunggu berada dalam kondisi aman. Aktivitas operasional berlangsung normal dengan kondisi perairan yang relatif landai, sehingga layanan penyeberangan tetap dapat dilaksanakan tanpa hambatan berarti.
Sebanyak enam kapal yang melayani total 11 lintasan juga dilaporkan dalam kondisi baik, baik yang sedang sandar maupun dalam pelayaran. Seluruh awak kapal dan karyawan dipastikan aman, serta pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan lancar.
KMP Ranaka yang melayani lintasan Bitung–Tobelo saat ini tetap beroperasi dengan aman dan terkendali. Sebelumnya, kapal tersebut sempat berada pada jarak sekitar 65 mil dari pusat gempa, namun operasional tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Salah satu lintasan dengan tingkat trafik tertinggi di wilayah tersebut, yakni rute Bitung–Ternate, hingga saat ini tetap beroperasi secara normal dan optimal. Layanan penyeberangan pada lintasan ini didukung oleh armada KMP Dalente Woba dan KMP Portlink VIII yang beroperasi secara terjadwal guna memastikan kelancaran mobilitas penumpang dan distribusi logistik tetap terjaga.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, menyampaikan bahwa operasional penyeberangan di Pelabuhan Bastiong, Rum, dan Sidangole tetap berjalan normal. Tidak terdapat laporan kerusakan pada fasilitas pelabuhan, armada, maupun lingkungan kerja.
“Sebagai langkah antisipatif terhadap gempa susulan, kami menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi karyawan non-operasional. Namun layanan operasional tetap berjalan penuh guna memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terpenuhi,” jelas Mushar.
Di tengah situasi bencana, kehadiran layanan penyeberangan menjadi lebih dari sekadar transportasi—ia menjadi penghubung harapan dan aktivitas kehidupan. Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, ASDP berkomitmen menjaga konektivitas antarwilayah tetap terjaga, sembari menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap layanan.
(Mut)