Kemenhub Fokus Mencari 129 Orang Penumpang KMP Virgo Transport 8 Yang Belum Ditemukan
Selasa, 15 September 2026, 21:55 WIB
BISNISNEWS.id - Kementerian Perhubungan bersama Tim SAR gabungan, yang beranggotaka sekitar 600 personil hingga kini fokus melakukan pencarian para korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Kawa sekitar Masalembo pada Senin (13/9/2026) dini harii atau sekitar pukul 01.30 Wib.
Berdasarkan data, dari total 243 penumpang, baru 114 orang t ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Ada dugaan, para penumpang yang belum juga ditemukan, masih terjebak di dalam lambung kapal. Karena saat kecelakaan itu terjadi, kemungkinan para penumpang tengah lelap tidur, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Selain itu, proses tenggelamnya kapal sangat cepat, dimulai saat kapal miring, karena dihantam ombak. Muatan, berupa truk logistik ikut bergeser dan miring, sehingga menambah cepatnya kapal terbalik. Bahkan ada informasi kapal mengalami mati mesin.
Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
Sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Untuk mendukung upaya pencarian, Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi.
Melalui pemberitahuan tersebut, kapal yang berada atau melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan turut membantu melakukan penyisiran.
Apabila menemukan korban atau informasi terkait, kapal diminta segera melaporkannya kepada KSOP, Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan seluruh dukungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan membantu proses pencarian korban yang hingga saat ini masih berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud.
Selain itu, Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan pemantauan dan komunikasi melalui VTS dan SROP.
Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit juga dikerahkan sebagai relay komunikasi radio antara kapal-kapal di lokasi operasi dengan SROP, mengingat jarak lokasi menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung.
“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan agar koordinasi dan pertukaran informasi antara kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung,” jelas Masyhud.
Dalam penanganan korban dan keluarga pascakejadian, Kemenhub turut mendampingi PT Jasa Raharja dalam penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dalam insiden KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan saat berlayar pada rute Surabaya–Banjarmasin.
Masyhud menegaskan bahwa Ditjen Perhubungan Laut akan terus memantau perkembangan penanganan insiden KMP Virgo Transport 8 serta menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan di lapangan, baik dalam mendukung proses pencarian maupun penanganan korban dan keluarga.
“Fokus kami saat ini adalah mendukung upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan sekaligus memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga dapat berjalan dengan baik. Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tutup Masyhud. (Syam)