Menhub Dudy Gandeng Menkopolkam, Bahas Keselarasan Kebijakan Transportasi
Selasa, 24 Februari 2026, 13:17 WIB
BISNISNEWS.id -Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi gandeng Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Mekopolkam) Djamari Chaniago dalam menyelaraskan kebijakan transportasi dengan keamanan nasional, twrutama saat angkutan mudik Lebaran 2026.
Ajakan kolaborasi itu dibahas pada pertemuan Menhub dan Menkopolkam, Selasa (24/2/2026) di Jakarta. Salah satunya, menjaga leamanan pada sejumlah simpul dan koridor transportasi, pengendalian titik rawan kepadatan dan kemacetan, pengamanan objek vital nasional,
Selain itu juga penguatan dan peningkatan keamanan terpadu selama angkutan lebaran 2026 di wilayah rawan bencana, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
"Koordinasi dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan lebaran 2026," papar Menhub Dudy.
Menhub menyebut, pergerakan masyarakat yang diprediksi mencapai lebih dari 143 juta orang selama periode Lebaran 2026 perlu perhatian secara masksimal, khususnya pada koridor padat seperti Tol Trans-Jawa dan lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang-Giilmanuk. Di samping itu, diperlukan pula antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di objek wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan gangguan keamanan.
Dalam hal pengamatan objek vital nasional, koordinasi dilakukan untuk memastikan perlindungan terhadap infrastruktur kritis seperti pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol, rel kereta api dan fasilitas transportasi vital lainnya.
"Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel POLRI, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas," lanjut Menhub Dudy.
Selanjutnya, fasilitas di kawasan rawan bencana juga disiapkan, terutama kesiapan unsur keamanan dan penanggulangan bencana pada wilayah rawan yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat. Apabila diperlukan, pemerintah memastikan keterpaduan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca antara BMKG, BNPB, TNI AU, Polri, Kementerian/Lembaga terkait, serta Pemerintah Daerah guna menjamin kesiapan personel, sarana, dan wilayah operasi pada simpul & koridor transportasi strategis.
"Kami berharap, melalui sinergi yang solid ini, penyelenggaraan angkutan lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali sehingga saudara-saudara kita dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan," jelas Menhub.
Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandionon, serta Kepala Badan Kebijakan Transportasi Hermanta. (Mut/Syam)