PTP Nonpetikemas Gembleng Karyawannya di Program High Potential Emlployee
Jumat, 08 Mei 2026, 10:53 WIB
BISNISNEWS.id - Perkuat kompetensi layanan kepelabuhanan , PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas, kembali menggelar Program High Potential Emlployee (HiPO)
Program yang telah diusungnya sejak 2023 tersebut merupakan inisiatif strategis perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas karyawan dalam mendukung layanan kepelabuhanan nonpetikemas yang andal dan berdaya saing.
Ada tiga bidang prioritas yang menjadi tulang punggung operasional layanan kepelabuhan non petikemas, yakni, General Cargo, Curah Kering, dan Curah Cair, .
Setelah berhasil dengan program HiPO batch I, kini Program tersebut telah menyelesaikan Hipo batch II dengan pelaksanaan Program HiPO Batch II Graduation yang dilaksanakan di Phinisi Function Hall, Pelindo Tower, Selasa (05/05) sebagai puncak dari rangkaian pengembangan talenta unggulan yang telah berjalam sejak mei 2025.
Program HiPO ini mencakup penguatan kompetensi teknis dan manajerial melalui pendekatan experiential learning, pendampingan oleh mentor, serta implementasi langsung di lapangan, dengan tujuan mencetak SDM unggul yang siap menghadapi kompleksitas operasional di sektor multipurpose.
Durasi program ini juga telah dioptimalkan dari 18 bulan pada Batch I menjadi sembilan bulan pada Batch II.
Program HiPo Batch II diikuti oleh 30 peserta terpilih dari berbagai unit kerja, termasuk Operasi, Perencanaan dan Pengendalian, HSSE, serta spesialisasi penanganan muatan.
Selama kurang lebih delapan bulan, peserta menjalani pembelajaran dengan metode 10-20-70, yakni 10 persen melalui pelatihan, 20 persen melalui pembelajaran sosial, dan 70 persen melalui praktik langsung di lapangan
Basuki Soleh yang mewakili Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa perjalanan peserta HiPO merupakan proses yang tidak mudah.
“Ini merupakan perjalanan yang tidak mudah, para peserta telah teruji. Selanjutnya, pembelajaran selama sembilan bulan diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh lini Pelindo Group, dengan mengedepankan budaya kerja anti-fragility dan keselamatan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Edi Priyanto menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam operasional.
“Dalam konteks terminal multipurpose, risiko keselamatan menjadi perhatian utama. Tidak ada pencapaian yang patut dibanggakan jika keselamatan terabaikan. Oleh karena itu, lulusan HiPo diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi perusahaan, masyarakat, dan negara,” jelasnya.
Direktur PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, turut menyoroti pentingnya integritas dan sinergi di tengah ketidakpastian global.
“Persaingan usaha di tengah ketidakpastian global menuntut integritas dan sinergi yang kuat. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan holding dan subholding, serta menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berkelanjutan,” ungkapnya. (Syam)