Ribuan Kendaraan Mulai Bergerak Tinggalkan Jakarta
Jumat, 13 Maret 2026, 11:03 WIB
BISNISNEWS.id - Ribuan kendaraan mulai bergerak meninggalkan Jakarta.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) mencatat peningkatan volume lalu lintas terjadi melalui Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) sudah mulai terjadi sejak H-10 Libur Idulfitri 1447 H / 2026, Rabu 11 Maret 2026.
Tercatat sebanyak 26.449 kendaraan meninggalkan Jakarta, meningkat 21,40% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21.787 kendaraan. Peningkatan volume kendaraan terjadi pada seluruh periode waktu, yaitu 18,31 persen pada pagi hari, 8,60 persen pada siang hari, dan kenaikan tertinggi sebesar 60,71 persen pada malam hari dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, kendaraan yang menuju Jakarta tercatat sebanyak 23.060 kendaraan, meningkat 4,39 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 22.090 kendaraan. Kenaikan terjadi pada pagi hari sebesar 16,97 persen dan malam hari sebesar 15,43 persen, sedangkan pada siang hari tercatat turun sebesar 8,20 persen dibandingkan kondisi normal.
Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan kendaraan di Ruas Jalan Layang MBZ mulai mengalami peningkatan seiring mendekatnya periode libur Idulfitri 2026.
Secara umum, kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ tetap terpantau lancar dan terkendali dengan dukungan pemantauan lalu lintas secara berkala serta kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan.
TRANS JAWATOL
Sementara itu Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan di 40 rest area yang tersebar di sepanjang ruas Jalan Tol Trans Jawa, termasuk dua rest area fungsional di KM 439 A dan KM 444 B Ruas Tol Semarang–Solo.
Pengelolaan rest area difokuskan pada penjagaan kebersihan, ketersediaan air bersih, kesiapan fasilitas umum seperti toilet, pengaturan parkir kendaraan, serta kesiapan petugas keamanan dan kebersihan guna memastikan pengguna jalan dapat beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain itu, JTT memproyeksikan adanya peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447H/2026. Untuk periode 11 s.d. 31 Maret 2026, volume kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama menuju wilayah Timur Trans Jawa diperkirakan mencapai 1.039.004 kendaraan, atau meningkat sekitar 74,83 persen dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal. Proyeksi tersebut menjadi perhatian utama JTT dalam memastikan kesiapan layanan operasional di seluruh ruas yang dikelola.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan mobilitas tersebut, JTT juga melakukan penguatan pada aspek pemeliharaan serta kesiapan infrastruktur jalan tol dengan menyiagakan 244 tim preservasi, yang terdiri dari tim patching, tim preservasi Ruang Milik Jalan (Rumija), tim preservasi drainase, tim preservasi Sarana Pelengkap Jalan (Sarkapja), hingga tim antisipasi genangan dan longsoran. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tol tetap aman, andal, dan nyaman dilalui oleh pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik Idulfitri.
Kesiapan tersebut juga ditandai melalui pelaksanaan Kick Off Siaga Operasional Idulfitri 1447H/2026 yang digelar pada Selasa (10/03) sebagai bentuk kesiapsiagaan perusahaan dalam memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Jasamarga Transjawa Tol Rudi Kurniadi, Direktur Operasional PT Jasamarga Transjawa Tol Pratomo Bimawan Putra, Direktur Keuangan PT Jasamarga Transjawa Tol Siti Sarah, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Hendri Taufik, serta jajaran manajemen dan perwakilan unit kerja operasional di lingkungan PT Jasamarga Transjawa Tol.
Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa periode Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum dengan mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga diperlukan kesiapan optimal dari seluruh unsur operasional di lapangan.
“Periode Ramadan dan Idulfitri merupakan salah satu momentum dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, seluruh tim operasional diharapkan dapat memastikan pelayanan kepada pengguna jalan tetap berjalan optimal melalui koordinasi yang solid, respons cepat terhadap potensi gangguan lalu lintas, serta pengawasan kondisi infrastruktur secara berkelanjutan,” ujar Rudi.
JTT juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Pengguna jalan juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas rest area secara bijak serta beristirahat apabila merasa lelah guna menjaga keselamatan selama perjalanan. (Mut/Syam)