Ribuan Kendaraan Tinggalkan Bali Menuju Jawa Jelang Hari Raya Nyepi
Rabu, 18 Maret 2026, 15:44 WIB
BISNISNEWS.id - Volume pergerakan kendaraan yang meninggalkan Bali menuju Jawa sebelum masuk perayaan Nyrlepi meningkat. Ruas jalan menuju pelabuhan Gilimanuk padat dan lancar.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, tingginya pergerakan kendaraan dalam waktu bersamaan memberikan tekanan besar terhadap kapasitas layanan.
Menyikapi hal tersebut, ASDP memprioritaskan langkah-langkah taktis yang berdampak langsung di lapangan, salah satunya melalui pengerahan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara (JN) ke lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Kapal ini kini telah aktif beroperasi untuk meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mempercepat proses bongkar muat kendaraan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan layanan guna menekan waktu tunggu pengguna jasa secara bertahap.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam (17 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB) atau H-4, tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa, meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.716 unit.
Kenaikan signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau naik 7,2 persen.
Total trip kapal mencapai 243 trip, dengan jumlah penumpang 74.263 orang. Kendaraan roda empat tercatat 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, total penumpang mencapai 383.398 orang atau naik 0,3%, sementara total kendaraan mencapai 122.892 unit atau meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Stabilisasi Layanan
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk mempercepat stabilisasi layanan di lapangan.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan terpantau berada di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. Seiring peningkatan kapasitas layanan dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, kondisi antrean mulai menunjukkan tren perbaikan.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan seluruh pihak dalam menangani kepadatan. Pemerintah bersama Korlantas Polri dan ASDP terus mengoptimalkan penanganan di lapangan melalui pengoperasian kapal berkapasitas besar, penambahan armada menjadi 35 unit, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) guna mempercepat layanan.
Selain itu, kepatuhan terhadap pembatasan operasional angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga ke atas, turut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.
Antrean
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan bahwa pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi real-time.
“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap,” jelasnya.
ASDP memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran layanan selama periode Angkutan Lebaran. (Mut/Syam)