Arus Balik Masih Memadati Dua lintasan Penyeberangan Di Penghujung Libur Isra Mikraj
Senin, 19 Januari 2026, 20:23 WIB
BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, arus kendaraan pada periode terakhir libur Isra Mikraj 2026, terpantau ramai dan lancar.
Misalnya, data pergerakan pada lintasan tersibuk Merak–Bakauheni selama Jumat (16/1) hingga Minggu (18/1) mencerminkan tingginya aktivitas.
Dari Merak menuju Bakauheni, tercatat 87.472 penumpang dengan 21.317 unit kendaraan. Truk logistik mendominasi sebanyak 9.731 unit, diikuti mobil pribadi 8.116 unit.
Sebaliknya, arus dari Bakauheni ke Merak mencatat 76.547 penumpang dan 21.026 unit kendaraan, dengan truk logistik tetap mendominasi sebanyak 9.796 unit serta mobil pribadi 7.428 unit.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, tercatat 59.501 penumpang dan 17.571 unit kendaraan, didominasi truk logistik sebanyak 5.905 unit serta kendaraan roda dua 5.767 unit.
Sementara itu, arus balik Gilimanuk–Ketapang mencapai 61.615 penumpang dan 17.029 unit kendaraan, dengan truk logistik 5.549 unit dan kendaraan roda dua sebanyak 5.508 unit.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kelancaran tersebut bukan semata soal volume, melainkan hasil dari konsistensi perusahaan menjaga standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Di setiap momentum libur panjang akhir pekan, fokus kami selalu sama: memastikan armada siap beroperasi, petugas siaga di lapangan, serta fasilitas pelabuhan berfungsi optimal. Di saat yang sama, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus kami perkuat agar arus penyeberangan tetap terkendali,” ujar Heru.
Di tengah kelancaran arus penyeberangan selama libur panjang akhir pekan, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tetap menjadi perhatian utama.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa perusahaan terus menyesuaikan operasional seiring prediksi cuaca ekstrem dari BMKG pada periode 17–22 Januari 2026.
“ASDP melakukan pemantauan cuaca secara intensif dan menyesuaikan pola operasi berdasarkan arahan resmi BMKG. Keselamatan dan keamanan pengguna jasa menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan kenyamanan perjalanan,” ujar Windy. (Mut/Syam)