Jasa Marga Memprediksi 3,5 Juta Kendaraan Akan Meninggalkan Jakarta
Rabu, 11 Maret 2026, 09:26 WIB
BISNISNEWS.id - Jasa Marga memprediksi, selama periode mudik Lebaran 1447 H/2026, sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol (GT) utama.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, untuk mendukung pengelolaan lalu lintas tersebut, akan dioptimalkan pemanfaatan teknologi Salah satunya melalui Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen agar pengambilan keputusan dilakukan secara tepat dan responsif dalam mendukung kelancaran arus lalin
Selama arus mudik Lebaran, Jasa Marga menyiagakan sekitar 8.000 personel didukung oleh 516 unit kendaraan operasional yang siap bertugas dalam operasi angkutan lebaran (operasi ketupat).
" Dari sisi kesiapan infrastruktur, Jasa Marga memastikan empat ruas tol fungsional telah siap 100 persen untuk dioperasikan. Mohon dukungan kepada semua pihak agar pelaksanaan operasional libur Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar," ungkap Rivan saat menggelar Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Idulfitri 1447H/2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (10/03/2026)
Apel Siaga Terpadu yang dihadiri sejumlah stakeholder menjadi penanda dimulainya rangkaian pelayanan operasional jalan tol guna memastikan perjalanan masyarakat selama Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
Rivan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam Apel siaga Terpadu.
Ditegaskan, kehadiran seluruh stakeholder ini merupakan bagian dari komitmen penguatan kolaborasi yang sangat baik dalam mendukung kelancaran operasional selama periode libur Idulfitri.
Kegiatan apel terpadu dihadiri oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wilan Oktavian,
Juga hadir Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin beserta jajaran Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel siaga yang dipimpin oleh Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penekanan sirine sebagai simbolis pembukaan Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran 2026. Jasa Marga juga menyerahkan bantuan kebutuhan taktis kepada Korlantas Polri untuk mendukung pelaksanaan operasional layanan libur Idulfitri 2026.
Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho mengatakan bahwa ada lima klaster yang harus menjadi perhatian selama angkutan lebaran (operasi ketupat) yaitu jalan tol, jalan arteri, tempat penyeberangan pelabuhan, tempat-tempat ibadah, dan tempat-tempat wisata.
"Oleh sebab itu untuk jalan tol menjadi prioritas, dan pagi ini dilaksanakan apel Jasa Marga Siaga. Saya mewakili Kapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih pelaksanaan Apel Terpadu Jasa Marga Siaga, kami yakin kata kunci dari keberhasilan operasi ketupat 2026 adalah kolaborasi, sinergitas, dan tentunya kebersamaan di lapangan," jelas Agus.
Dirjen Hubdat Kemenhub Aan Suhanan juga mengapresiasi kesiapan Jasa Marga dan seluruh stakeholder yang hadir dalam rangkaian pengelolaan operasional Lebaran 2026.
"Saya sangat senang dan menyampaikan apresiasi kepada Jasa Marga. Saya melihat kesiapan Jasa Marga dan seluruh _stakeholder_ sungguh sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesiapsiagaan dari sumber daya yang dimiliki Jasa Marga dan seluruh stakeholder yang ada dalam operasi angkutan lebaran 2026," kata Aan.
Senada dengan Agus, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menilai bahwa jalan tol memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung mobilitas nasional selama periode lebaran. Keberadaannya tidak sekadar sebagai sarana transportasi melainkan menjadi bagian dari pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi berbagai langkah yang disiapkan Jasa Marga Group salah satunya apel siaga ini. Kemudian kami juga ingin menekankan pentingnya pemanfaatan sistem pemantauan layanan pengaduan masyarakat, seperti aplikasi travoy yang dimiliki Jasa Marga. Mari kita bersama-sama memastikan bahwa perjalanan masyarakat selama Hari Raya Idulfitri ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, selamat, dan nyaman," ucap Wilan.
Pada kesempatan yang sama, Jasa Marga juga meluncurkan layanan Call Center 133 sebagai pusat layanan informasi dan pengaduan bagi pengguna jalan tol yang dapat diakses selama 24 jam.
Nomor ini menggantikan yang sebelumnya yaitu 14080, kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi lalu lintas maupun bantuan selama perjalanan.
"Melalui Call Center 133, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif," tambah Rivan.
Dalam mendukung kelancaran operasional selama periode Lebaran, Jasa Marga menyiagakan berbagai armada layanan operasional jalan tol, antara lain 176 unit kendaraan derek, 124 unit Mobile Customer Service (MCS), 55 unit ambulans, serta 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR). Selain itu, kesiapan mobile crane juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian khusus yang membutuhkan penanganan cepat di jalan tol.
Untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, Jasa Marga turut menyiagakan 71 tim siaga serta 209 unit pompa air guna menjaga kelancaran lalu lintas. Sarana prasarana lalu lintas juga diperkuat melalui penyediaan sekitar 18 ribu rubbercone serta penambahan rambu rekayasa lalu lintas untuk mendukung penerapan manajemen lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Selain kesiapan armada dan personel, Jasa Marga juga meningkatkan layanan bagi pengguna jalan dengan menyiapkan 43 posko kesehatan di berbagai titik rest area. Untuk mendukung kelancaran transaksi di gerbang tol, Jasa Marga juga menyiagakan 470 personel on call serta 736 unit mobile reader sebagai alat bantu transaksi guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode Lebaran. (Mut/Syam)