ASDP Lakukan Optimalisasi Armada Percepat Pemulihan di Ketapang–Gilimanuk
Senin, 28 September 2026, 22:47 WIB
BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) lakukan optimalisasi armada, untuk mempercepat pemulihan layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, yang falam beberapa hati ini mengalami kepadatan dan antrian panjang.
Hingga Senin (28/9/2026) siang, sebanyak 26 kapal dioperasikan untuk mendukung percepatan penguraian antrean kendaraan di kedua sisi lintasan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, seluruh langkah operasional dilakukan secara terkoordinasi bersama regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait dengan tetap menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.
“Seluruh sumber daya yang tersedia terus kami optimalkan untuk mempercepat pemulihan layanan. Pengaturan kapal, dermaga, dan distribusi muatan dilakukan secara dinamis sesuai kapasitas dan karakteristik masing-masing kapal serta kondisi operasional di lapangan. Fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean secara aman dan terukur, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Heru.
Sebanyak 26 kapal tersebut dioperasikan melalui lima kapal di Dermaga I Reguler, lima kapal di Dermaga MB III Reguler, empat kapal di Dermaga IV, delapan kapal di Dermaga LCM, tiga kapal perbantuan pada LCM Tanjung Balai di Gilimanuk, serta satu kapal perbantuan pada MB IV Tanjung Balai.
Selain optimalisasi armada, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat siklus pelayanan mulai dari proses sandar, bongkar-muat hingga keberangkatan. Pola operasi dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi antrean, kesiapan dermaga, karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, serta aspek keselamatan pelayaran.
Penguraian Antrean
Hingga sekitar pukul 15.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terpantau sebagai dampak akumulasi kendaraan dari gangguan operasional pada periode sebelumnya. Kondisi tersebut juga diwarnai aksi penyampaian aspirasi sejumlah warga dan pengguna jasa yang meminta agar antrean segera diurai setelah kepadatan berlangsung sekitar tiga hari.
ASDP memahami keresahan masyarakat dan pengguna jasa yang terdampak. Seluruh upaya saat ini difokuskan pada percepatan pemulihan layanan dengan tetap memastikan setiap langkah operasional memenuhi ketentuan keselamatan.
Di sisi Ketapang, antrean tercatat sekitar 17 kilometer dan didominasi kendaraan logistik. Sementara di sisi Gilimanuk, proses penguraian terus dilakukan melalui optimalisasi armada, peningkatan frekuensi perjalanan, serta penyesuaian pola operasi.
ASDP mencatat kendaraan logistik yang melintas memiliki karakteristik dimensi dan muatan yang beragam, termasuk kendaraan yang terindikasi melebihi ketentuan dimensi maupun muatan. Kondisi tersebut turut memengaruhi pengaturan dan pemuatan kendaraan ke kapal karena harus disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta aspek keselamatan.
Karena itu, pengaturan kendaraan diperkuat sejak area antrean hingga proses pemuatan ke kapal, dengan melibatkan regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan terkait agar kapasitas angkut dapat dimanfaatkan secara optimal dan penguraian antrean berlangsung lebih efektif.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, antrean yang terjadi merupakan akumulasi kendaraan yang membutuhkan waktu untuk diurai secara bertahap.
“Antrean yang terbentuk merupakan akumulasi dari kondisi operasional sebelumnya. Kami memahami kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan pengguna jasa. Karena itu, seluruh kapal dan fasilitas yang tersedia terus kami optimalkan untuk mempercepat penguraian antrean, dengan tetap memastikan pelayanan berjalan aman dan terkendali,” jelas Media.
Selain armada reguler, ASDP juga memanfaatkan kapal perbantuan serta melakukan optimalisasi dermaga, percepatan proses bongkar-muat, dan pengaturan kendaraan secara lebih efektif.
ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pola operasi serta mengimbau pengguna jasa, khususnya kendaraan logistik, untuk mengikuti arahan petugas di lapangan agar proses pelayanan dapat berlangsung tertib, aman, dan lebih cepat.
ASDP memastikan seluruh sumber daya, armada, dan fasilitas yang tersedia akan terus dioptimalkan hingga kondisi layanan kembali stabil. (Syam)