ASDP Lakukan Sosialisasi Kepatuhan Daftar Manifest Lintas Sektoral
Selasa, 01 September 2026, 22:03 WIB
BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) gelar Sosialisasi Kepatuhan Pengisian Data Manifest untuk Keselamatan Penyeberangan, Selasa (1/9/2026) di The Grand Platinum Hotel, Jakarta.
Forum ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan data manifest penumpang dan kendaraan tercatat secara akurat, lengkap, dan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan lintas sektoral, seperti, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera, asosiasi operator ferry, asosiasi transportasi dan logistik, travel agent, sales channel, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), jajaran Direksi ASDP,
Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan, pengelolaan data manifest menjafi bagian penting dari ekosistem keselamatan yang membutuhkan peran dan tanggung jawab bersama.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menyampaikan bahwa manifest tidak semata-mata merupakan dokumen administratif keberangkatan, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan, keamanan, perlindungan pengguna jasa, serta akuntabilitas penyelenggaraan layanan penyeberangan.
Karena itu, ungkapnya, setiap data yang tercantum dalam manifest harus dapat menggambarkan kondisi aktual penumpang dan kendaraan yang berada di atas kapal.
“Manifest bukan hanya menjadi tanggung jawab ASDP atau operator kapal. Manifest merupakan bagian dari keseluruhan proses perjalanan yang melibatkan banyak pihak. Prinsip yang perlu kita jaga bersama adalah apa yang tercatat harus sama dengan yang berlayar. Dengan demikian, akurasi data manifest menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan perjalanan yang aman dan selamat,” ujar Yossi.
Ia menjelaskan, kualitas manifest dibangun sejak tahap awal pemesanan tiket. Pengguna jasa perlu memastikan data penumpang diisi sesuai identitas yang sah, sementara informasi kendaraan juga harus dicantumkan secara benar.
Melalui platform digital Ferizy, pengguna jasa menginput rencana perjalanan, jumlah penumpang, identitas penumpang, serta data kendaraan, termasuk nomor polisi, pada saat melakukan reservasi.
Setelah data dimasukkan pada tahap pemesanan, proses dilanjutkan dengan verifikasi di pelabuhan. Pada terminal gate, dilakukan pemeriksaan terhadap tiket, identitas penumpang, dan kendaraan untuk memastikan kesesuaian antara data yang telah dipesan dengan kondisi aktual sebelum pengguna jasa dan kendaraan memasuki tahapan pemuatan.
Tahapan berikutnya merupakan validasi akhir sebelum kapal berlayar. Data yang telah melalui proses verifikasi kembali diperiksa dan disahkan dalam manifest oleh operator pelayaran sebelum proses pengajuan clearance kepada syahbandar.
Dengan demikian, terdapat rangkaian kontrol yang saling melengkapi, mulai dari pengisian data pada saat pemesanan, verifikasi di pelabuhan, hingga validasi akhir sebelum kapal mendapatkan persetujuan untuk berlayar.
“Kualitas manifest tidak dibentuk hanya ketika kapal akan berangkat. Akurasinya dibangun sejak data pertama kali dimasukkan, kemudian diverifikasi dan divalidasi pada setiap tahapan perjalanan. Setiap pihak memiliki peran yang berbeda, namun seluruh proses tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yaitu memastikan keselamatan perjalanan,” lanjut Yossi.
Dalam forum tersebut, ASDP juga menegaskan pentingnya pembagian peran, kepatuhan, dan tanggung jawab dalam memastikan keakuratan data. Penguatan kepatuhan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem layanan penyeberangan yang semakin terintegrasi.
Digitalisasi yang dikembangkan melalui Ferizy menjadi salah satu enabler untuk menghubungkan rangkaian data perjalanan, mulai dari proses ticketing, check-in, verifikasi, boarding, hingga penyusunan manifest final dan monitoring.
“Kami memandang bahwa penguatan kualitas manifest tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kesamaan standar, pemahaman, serta komitmen dari seluruh mata rantai perjalanan penyeberangan. Karena itu, forum sosialisasi ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam proses pengisian, verifikasi, validasi, dan integrasi data manifest, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut yang dapat memperkuat pengawasan dan kepatuhan di lapangan,” tambah Yossi.
ASDP meyakini bahwa manifest yang akurat merupakan bagian penting dari sistem keselamatan penyeberangan. Dengan memperkuat kepatuhan pengisian data, meningkatkan kualitas proses verifikasi dan validasi, serta mendorong integrasi antarpihak, ASDP terus berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin optimal dan berorientasi pada keselamatan pengguna jasa. (Syam)