Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar Pelatihan Keadaan Darurat
Selasa, 15 September 2026, 18:14 WIB
BISNISNEWS.id - Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama komunitas bandara akan melaksanakan Airport Emergency Exercise (AEE) pekan depan, tepatnya pada Rabu, 23 September 2026.
Kegiatan ini merupakan latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh (full scale exercise_l) yang dilaksanakan secara berkala untuk memastikan kesiapan personel, prosedur dan dokumen SOP, serta koordinasi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan bandara.
“Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang populer di dunia. Sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan di Pulau Bali, kami berkomitmen untuk senantiasa memastikan aspek keamanan dan keselamatan operasional penerbangan dan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selalu terjaga. Oleh karena itu, pelaksanaan Airport Emergency Exercise menjadi sangat penting untuk menguji dan memastikan kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi keadaan darurat,” ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati.
Pelaksanaan Airport Emergency Exercise (AEE), ungkao Nugroho bertujuan untuk menguji efektivitas dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan prosedur penanganan keadaan darurat yang berlaku di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Latihan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus memastikan fungsi komando, koordinasi, dan komunikasi antarunit maupun instansi terkait dapat berjalan secara efektif dalam menghadapi berbagai skenario keadaan darurat.
“Dalam pelaksanaan AEE kali ini, kami melaksanakan tiga skenario latihan yang mencakup _Building Fire Exercise_, _Airport Security Exercise_, dan _Aircraft Accident Exercise_. Masing-masing skenario dirancang untuk menguji kesiapan personel dan efektivitas prosedur dalam menghadapi kondisi yang berbeda, mulai dari penanganan kebakaran gedung, gangguan keamanan di bandara, hingga simulasi penanganan kecelakaan pesawat udara,” lanjut Nugroho Jati.
Airport Emergency Exercise (AEE) dilaksanakan dengan skenario menyerupai kondisi darurat sebenarnya untuk mengidentifikasi potensi evaluasi dan penyempurnaan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, kegiatan ini juga melatih jalur koordinasi, sinergi, dan kesiapan seluruh komunitas bandara dalam memberikan respons yang cepat, tepat, dan terarah apabila terjadi keadaan darurat.
“Melalui pelaksanaan AEE ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Harapannya, kesiapan ini dapat terus terjaga sehingga kami mampu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengguna jasa serta mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” kata Nugroho Jati.
Sehubungan dengan pelaksanaan latihan tersebut, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang berada di kawasan bandara untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti instruksi petugas bandara apabila melihat aktivitas yang merupakan bagian dari rangkaian latihan. (Syam)