Banjir Terjang Rel Kereta Api, Menhub Dudy Angkat Bicara, Siagakan Tim Sarana dan Prasarana
Kamis, 22 Januari 2026, 13:05 WIB
BISNISNEWS.id - Operasional kereta api terganggu, akibat banjir yang menerjang rel, sehingga .tidak bisa dilewati kereta. Seperti terjadi di lintas Semarang dan Pekalongan Jawa Tengah
Rel kereta yang tertutup banjir, merupakan dampak hujan yang terus menerus dalam pekan ini. Namun, berdasarkan informasi pihak KAI saat ini sudah ada sebagian kereta yang beroperasi melewati wilayah terdampak dengan kecepatan terbatas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang meninjau lokasi bajir di lintas Pekalongan–Sragi pada Rabu (21/1/2026) mengaku prihatin, dan terus melakukan monitoring intensif 24 jam terhadap kondisi jalur rel dan cuaca.
Tim prasarana dan sarana perkeretaapian, ungkapnya, juga dikerahkan untuk menurunkan air dan membersihkan material banjir di jalur rel.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan optimal, serta keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga. Saat ini 85 persen perjalanan kereta telah pulih dan berjalan normal.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas banjir yang terjadi di Jawa Tengah karena berdampak pada keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi, khususnya operasional kereta api. Untuk itu, siang ini saya melihat langsung beberapa titik jalur kereta api yang masih tergenang. Beberapa langkah sudah dilakukan dan masih akan dilakukan penanganan lanjutan," ujar Menhub Dudy,
Kemenhub, melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian, sejak awal kejadian telah melakukan koordinasi intensif dengan PT KAI, BMKG, pemerintah daerah, serta aparat setempat. Keputusan teknis operasional diambil secara cepat dan terukur tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Saat ini jalur kereta api yang terdampak banjir sudah dapat dilalui dengan pengaturan khusus. Pembatasan kecepatan diterapkan dengan maksimal 40 km/jam pada jalur hulu dan 30 km/jam pada jalur hilir sebagai langkah preventif.
"Demi keselamatan, kami telah melakukan pembatasan kecepatan di jalur yang masih ada genangan air. Oleh karena itu, memang masih ada keterlambatan perjalanan dikarenakan pengurangan kecepatan kereta ini. Akan tetapi, saat ini berdasarkan data KAI, 85% perjalanan kereta telah pulih dan berjalan normal. Sementara 15% lainnya masih ada keterlambatan," jelas Menhub Dudy.
Sementara itu, Direktur Utama PT. KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa sejak tanggal 16 hingga 19 Januari 2026, terdapat dua titik utama yang terdampak genangan air di wilayah Pekalongan.
Dampak tersebut menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan.
“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” jelas Bobby.
Selain refund, PT. KAI juga melakukan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan, serta operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana.
Dalam penanganan darurat, PT. KAI telah melakukan peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter dan akan melanjutkan pekerjaan penguatan prasarana dengan rencana peninggian hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter, termasuk penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan. (Syam)