BTN Gelar Run For Disabilities, Setiyo: Perkuat Komitmen ESG Melalui Inklusivitas
Sabtu, 07 Februari 2026, 19:34 WIB
BISNISNEWS.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bukan saja fokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga konsisten mendorong kesehatan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Direktur Risk & Management BTN Setiyo Wibowo pada pembukaan BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity, berlari bersama para atlit paralimpik di Stadion Manahan, Solo Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan bergengsi yang diikuti puluhan ribu pelari tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Walikota Solo Respati Ardi dan Wakil Ketua Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Rima Ferdianto.
Selain sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026, kegiatan ini juga menegaskan komitmen perseroan sebagai bank yang inklusif.
Setiyo Wibowo mengatakan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di perseroan tidak hanya sebagai penyalur Corporate Social and Responsibility (CSR). Prinsip tersebut menjadi nilai panduan dalam proses bisnis Bank.
Kata Setiyo, bentuk komitmen BTN menjadi bank yang inklusif tidak hanya melalui layanan keuangan yang bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.
Bentuk dukungan tersebut juga melalui dukungan nyata terhadap olahraga, kesehatan, dan pemberdayaan para penyandang disabilitas sesuai dengan prinsip ESG.
"Melalui Run for Disabilities, Run for Inclusivity sebagai bagian Road to BTN Jakim, kami ingin menegaskan peran BTN yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga konsisten mendorong kesehatan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Setiyo.
Pada kesempatan yang sama, BTN menyerahkan bantuan untuk sarana dan prasarana pendukung atlet paralimpik.
Selain itu, BTN juga akan melibatkan 10 pelari disabilitas dalam BTN Jakim dan menginisiasi penggalangan dana dari puluhan ribu peserta lari.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan kegiatan lari bersama para penyandang disabilitas diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik.
"Kurangnya aktivitas fisik masuk menjadi 5 besar penyebab penyakit di Indonesia. Dan lari merupakan olahraga paling inklusif, murah, dan sehat karena modalnya hanya sepatu. Teman-teman disabilitas sudah membuktikan bisa, masa kita yang sehat tidak bisa?" ujar Budi.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi inisiatif BTN yang melibatkan penyandang disabilitas secara aktif dalam ajang lari berskala nasional.
"Kami menyadari pentingnya dukungan sistem bagi atlet disabilitas, mulai dari layanan, lingkungan, hingga masa depan mereka setelah menjadi atlet. Kami berterima kasih kepada BTN karena melalui BTN Jakim, rekan-rekan disabilitas benar-benar dilibatkan. Kami berharap kegiatan ini terus membuka ruang untuk menguatkan peran kota Solo seabgai kota inklusif," tutur Respati.
Wakil Sekertaris Jenderal NPC Indonesia Rima Febianto menilai kegiatan Run for Disabilities mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap olahraga bagi penyandang disabilitas. Dengan kegiatan seperti ini, para orang tua dengan anak penyandang disabilitas akan melihat peluang pengembangan anak-anaknya.
"Kami mengapresiasi BTN atas inisiatif dan dukungan yang sangat penting untuk membangun ekosistem olahraga bagi penyandang disabilitas yang berkelanjutan," tutup Rima.
Dalam kesempatan yang sama, BTN menyerahkan bantuan untuk sarana dan prasarana pendukung atlet paralimpik.
Selain itu, BTN juga akan melibatkan 10 pelari disabilitas dalam BTN Jakim dan menginisiasi penggalangan dana dari puluhan ribu peserta lari di ajang nasional tersebut. (Hedi S/Syam )