Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Empat Ribu Porsi Makanan Tambahan (PMT) Untuk Masyarakat Sekitar Bandara Soetta
Kamis, 08 Oktober 2026, 11:37 WIB
BISNISNEWS.id - Bandara Internasional Soekarno-Hatta salurkan makanan bergizi bagi masyarakat sekitar bandara, terutama Stunting dan Pencegahan Gizi Buruk.
Kepedulian pada lingkungan sekitar ini disalurkan melalui InJourney Airports Pangan Berdaya – Penurunan Stunting dan Pencegahan Gizi Buruk Tahun 2026, sebanyak 4.000 porsi makanan tambahan (PMT) diberikan kepada 140 balita dengan status gizi kurang dan sangat kurang (underweight) di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui Posyandu di delapan desa selama 28 hari.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan kontribusi bandara kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap aktivitas ekonomi dan konektivitas, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bagian dari masyarakat di sekitarnya. Karena itu, kami ingin keberadaan bandara dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui dukungan terhadap kesehatan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Heru.
Selain bantuan pangan bergizi, program tersebut juga mencakup penyerahan 140 paket _hygiene kit_ serta edukasi mengenai kebersihan, sanitasi, gizi seimbang, dan kesehatan keluarga yang dilakukan bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Posyandu, dan masyarakat.
Cerdaskan Bangsa
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjalankan InJourney Airports Cerdaskan Bangsa melalui Program Sertifikasi Keahlian Kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF).
Sebanyak 20 peserta akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC).
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat sekitar di bidang kebandarudaraan, khususnya keselamatan dan penanggulangan keadaan darurat di bandara.
“Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan,” kata Heru.
Heru menambahkan, seluruh program TJSL dilaksanakan dengan mengedepankan kolaborasi agar manfaat yang diberikan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik,” tutur Heru. (Syam)