DAMRI Ekspansi Layanan Antar Lintas Batas Negara Putussibau–Kuching
Kamis, 08 Oktober 2026, 17:32 WIB
BISNISNEWS.id - DAMRI resmi menghadirkan layanan Angkutan Antar Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching melalui PLBN Badau, Kalimantan Barat dan Border Lubok Antu, Sarawak, Malaysia.
Kehadiran layanan ALBN Putussibau–Kuching merupakan tindak lanjut hasil Sidang ke-39 Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Peringkat Negeri Sarawak, khususnya Kertas Kerja II mengenai Kerja Sama Bidang Ekonomi, Perdagangan dan Perhubungan.
Layanan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat konektivitas transportasi di kawasan perbatasan.
Realisasi layanan tersebut ditandai melalui kegiatan Soft Launching yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 di Aula Pasar Wisata PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang ditandai dengan pelepasan atau flag off perdana bus layanan ALBN Putussibau–Kuching sebagai simbol dimulainya operasional rute lintas batas negara tersebut.
Kegiatan diresmikan Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat, Yosafat Triadhi Andjioe.
Pjs. General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan bahwa pembukaan layanan ALBN Putussibau–Kuching merupakan bagian dari komitmen DAMRI untuk terus menghadirkan konektivitas transportasi jalan, khususnya bagi masyarakat di kawasan perbatasan.
“Pembukaan rute Putussibau–Kuching bukan hanya tentang menghadirkan trayek baru, tetapi juga tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat di kawasan perbatasan untuk saling terhubung. Kami berharap layanan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan hubungan sosial antara Kalimantan Barat dan Sarawak,” ujarnya.
Layanan ALBN Putussibau–Kuching direncanakan beroperasi setiap hari, dengan keberangkatan dari Putussibau pada pukul 07.00 WIB dan keberangkatan dari Kuching pada pukul 07.30 waktu setempat.
Layanan menggunakan armada kelas eksekutif dengan skema operasional back to back. Dalam skema tersebut, perjalanan dari masing-masing negara terhubung melalui mekanisme transit bus di kawasan perbatasan PLBN Badau–Border Lubok Antu.
Untuk tahap awal, DAMRI memberlakukan tarif promo sebesar Rp400 ribu per Pelanggan atau setara RM95.
Tiket dapat diperoleh secara online melalui DAMRI Apps, website resmi DAMRI, Online Travel Agent (OTA) yang bekerja sama dengan DAMRI, maupun secara offline melalui Terminal Kedamin Putussibau, Kuching Sentral & Mall, serta agen-agen DAMRI terdekat.
Bagi masyarakat Kapuas Hulu, kehadiran layanan ini memberikan alternatif perjalanan yang lebih terintegrasi untuk menuju Kuching.
Sebelumnya, perjalanan lintas batas membutuhkan pengaturan transportasi yang lebih kompleks, sementara melalui layanan ini, masyarakat kini memiliki pilihan perjalanan yang dirancang untuk menghubungkan kedua wilayah melalui jalur perbatasan resmi.
“Konektivitas Putussibau–Kuching melalui layanan ALBN DAMRI ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi mendorong aktivitas perdagangan, UMKM, akomodasi, kuliner, jasa, dan pariwisata di wilayah yang dilalui,” tambah Ahmad Bukhari.
Masyarakat di Kalimantan Barat dan Sarawak secara historis memiliki hubungan kekerabatan dan interaksi lintas batas yang erat. Dengan akses transportasi yang semakin mudah, hubungan tersebut diharapkan dapat terus terjaga sekaligus berkembang melalui semakin banyaknya aktivitas masyarakat di kedua wilayah.
Bagi DAMRI, layanan ini sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam menghadirkan transportasi jalan yang tidak hanya menghubungkan kota dan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari konektivitas antar negara.
Kawasan perbatasan memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang mobilitas masyarakat sekaligus penghubung aktivitas ekonomi antara Indonesia dan negara tetangga.
Keberhasilan realisasi layanan Putussibau–Kuching tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak.
DAMRI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Pemerintah dan instansi transportasi Sarawak Malaysia, Bus Asia Biaramas, jajaran instansi di PLBN Badau, Imigrasi, Bea dan Cukai, Karantina, BPTD Wilayah XIV Kalimantan Barat, TNI dan Polri, serta seluruh stakeholder dan masyarakat yang telah mendukung terealisasinya layanan tersebut.
Ke depan, DAMRI berkomitmen menjaga kualitas layanan melalui kesiapan dan kelaikan armada, keselamatan dan keamanan perjalanan, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam penyelenggaraan angkutan lintas batas negara. Pelaksanaan layanan juga akan terus dimonitor dan dievaluasi, termasuk dari sisi operasional, tingkat keterisian armada, kualitas pelayanan, respons Pelanggan, serta koordinasi dengan stakeholder di kedua negara. (Syam)