Enam Mahasiswa Poltekpel Surabaya Raih Grand Championd di Bangkok
Selasa, 11 Agustus 2026, 12:12 WIB
BISNISNEWS.id - Enam mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya berhasil meraih lima medali, empat penghargaan Favorite Poster, serta merebut Grand Champion atau Juara Umum pada International Essay Competition – 10th FAPERTA FAIR (Futuristics and Prestige Research, Technology and Art) di Bangkok, Thailand, pada 8–9 Agustus 2026.
Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Chiang Mai University tersebut berlangsung di Grand Tower Inn Rama VI, Bangkok.
Ajang ini diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Nigeria, Pakistan, Thailand, Sudan, Malaysia, China, dan Brunei Darussalam.
Enam mahasiswa yang mewakili Poltekpel Surabaya terdiri atas Rorusman Jadid Nurhadi, mahasiswa Program Studi (Prodi) D-IV Transportasi Laut semester VIII sekaligus ketua tim Anka Neha Aramita, mahasiswa Prodi D-IV Transportasi Laut semester VIII; Aditya Rahmat Febriansyah, mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal (TRPK) semester VII Muhammad Fathur Rakhman, mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Rekayasa Operasi Kapal (TROK) semester VII; Elifel Tiofano Songko, mahasiswa Prodi D-III Nautika semester II; serta Ahmad Naufal Aditya, mahasiswa Prodi D-III Teknika semester II.
Dalam kompetisi tersebut, tim Poltekpel Surabaya mengembangkan dan mempresentasikan lima karya ilmiah yang mengangkat berbagai isu strategis di sektor maritim. Kelima karya tersebut terbagi ke dalam lima subtheme, yakni Technology, Health, Tourism, Social and Economics, serta Environment.
Pada subtema Technology, tim mengangkat paper berjudul “(HYDRA) An Intelligent Hydrogen Deployment and Resource Allocation Platform for Maritime Decarbonization” dan berhasil meraih medali emas. Karya tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi serta pengelolaan sumber daya hidrogen sebagai bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi sektor maritim.
Sementara itu, pada subtema Health, tim Poltekpel Surabaya menghadirkan karya berjudul “(SEAMIND): Smartwatch-Based Mental Health Monitoring System Seafarers” yang berhasil memperoleh medali perak. Penelitian ini mengangkat aspek kesehatan mental dan kesejahteraan pelaut melalui pemanfaatan teknologi smartwatch sebagai sarana pemantauan kondisi kesehatan mental.
Prestasi medali perak berikutnya diraih melalui paper pada subtema Tourism berjudul “PIRATES: A Port Immersive Recreation and Traditional Education System with a Virtual Reality-Based Mini Museum for Maritime Cultural Preservation and Seafarer Education”. Karya tersebut mengintegrasikan teknologi virtual reality dengan edukasi dan pelestarian budaya maritim melalui konsep mini museum berbasis pelabuhan.
Pada subtema Social and Economics, tim Poltekpel Surabaya memperoleh medali perunggu melalui karya berjudul “TRADE: Transparent Registry and Accredited Distribution for Hydrogen Exchange”. Selanjutnya pada subtema Environment, karya berjudul “SHIFT: Sustainable Hydrogen Innovation for Future Transport” juga berhasil meraih medali perunggu.
Selain lima medali tersebut, karya tim Poltekpel Surabaya juga memperoleh penghargaan Favorite Poster pada empat subtema, yaitu Environment, Social and Economics, Tourism, dan Health. Capaian tersebut mengantarkan tim Poltekpel Surabaya meraih Grand Champion atau Juara Umum dalam kompetisi internasional tersebut.
Pemilihan kelima topik penelitian tersebut tidak terlepas dari berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi sektor maritim saat ini. Tim Poltekpel Surabaya melihat bahwa perkembangan industri pelayaran membutuhkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pelaut, pelestarian budaya maritim, aspek sosial dan ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.
Setiap karya dikembangkan untuk menghadirkan solusi yang inovatif, praktis, dan relevan dengan kebutuhan sektor maritim. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa Poltekpel Surabaya berupaya menghadirkan gagasan yang dapat mendukung transformasi industri pelayaran menuju sektor yang lebih modern, aman, berkelanjutan, serta berorientasi pada dekarbonisasi. (Mut)