Forum Tahunan IAS - 2026 Agendakan Pembahasan SAF dan Carbon Trading
Senin, 27 April 2026, 15:58 WIB
BISNISNEWS.id - Sustainable Aviation Ecosystem menjadi tema besar yang diusung Indonesia National Air Carrier Assosiciation ( INACA ) dalam forum internasional " Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 " di Jakarta.
Tema yang diusung tersebut
merepresentasikan visi besar untuk membangun sistem penerbangan nasional yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan secara menyeluruh.
Sesuai tema, para nara sumber akan menekankan bahwa keberlanjutan industri aviasi bukan hanya terbatas pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup transformasi di seluruh rantai nilai penerbangan, mulai dari kebijakan, operasional, teknologi, hingga kolaborasi lintas sektor.
Melalui pendekatan ekosistem, seluruh pemangku kepentingan —pemerintah, operator bandara, maskapai, industri manufaktur, penyedia energi, hingga institusi riset/ lembaga pendidikan— didorong untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif.
Hal ini meliputi pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan carbon trading, modernisasi infrastruktur bandara, efisiensi manajemen lalu lintas udara, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja operasional.
Agenda besar yang di bahas dalam forum internasional yang berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, ( 8 dan 9 Juli 2026) di Jakarta tersebut lebih menekankan pada keberlanjutan industri aviasi.
Fokus pembahasanannya bukan hanya terbatas pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup transformasi di seluruh rantai nilai penerbangan. Mulai dari kebijakan, operasional, teknologi, hingga kolaborasi lintas sektor.
Bersama mitranya, INNOWINN Internasional, IAS 2026 akan menghadirkan pembicara yang kompeten dan pemegang keputusan baik di regulator dan operator penerbangan dalam dan luar negeri.
Yakni, Lufthansa Technic, Korn Ferry, Zurich Airport, Emirates Flight Training Academy, Deloitte Consulting, Accomodation Plus International, Airline Pilot and Aviation Safety Advocate, Arthur D. Little dan yang lainnya.
Dari dalam negeri, dijadwalkan hadir menjadi pembicara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Danantara, InJourney Airport, Airnav, Pertamina Patra Niaga, KNKT, Batam Internasional Airport, ITB Bandung, PPIC Curug, GMF, Batam Aero Teknik serta perwakilan maskapai nasional yaitu Garuda, Citilink, Pelita Air, Mukhtara Air, Lion Air dan masih banyak lagi.
Di sisi lain, tema ini juga mengangkat pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri dengan dampak sosial dan ekonomi. Penerbangan yang berkelanjutan harus mampu meningkatkan konektivitas nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat sekitar.
Dengan mengusung Sustainable Aviation Ecosystem, Indonesia Aero Summit akan menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah masa depan industri penerbangan Indonesia—menuju sistem yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan generasi mendatang.
Hal tersebut sangat penting mengingat tahun 2026 diharapkan menjadi titik tolak untuk lebih meningkatkan industri penerbangan nasional Indonesia sehingga dapat membantu target Pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada tahun 2029 sekaligus menjadikan industri penerbangan nasional mampu lebih bersaing di tingkat internasional. (Syam)