Garuda Indonesia Memulai Penerbangan Haji Tahun Ini Dari Yogyakarta
Rabu, 15 April 2026, 14:56 WIB
Keberangkatan perdana layanan haji akan dilaksanakan melalui embarkasi YIA GA 6501 pada tanggal 21 April 2026 menuju Madinah
BISNISNEWS.id - Maskapai Garuda Indonesia, akan melakukan penerbangan haji 1447 H/2026 M. pada 21 April 2026 dati Yogyakarta melalui Yogyakarta Internasional Airport (YIA) menuju Madinah.
Penerbangan perdana akan diawali dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4/2026) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.
Fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia melayani 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi.
Yakni, embarkasi Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Sebagai national flag carrier yang telah dipercaya selama lebih dari tujuh dekade, Garuda Indonesia memyiapkan 15 pesawat berbadan lebar.
Terdiri dari delapan pesawat milik Garuda Indonesia dan tujuh pesawat sewa, mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan mengatakan, seluruh usia armada yang digunakan terbilang kompetitif yang dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh.
Glenny pastikan, kondisi armada sangat prima karena tlah dilakukan penerapan prosedur perawatan berlapis melalui program Aircraft Health Program, termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji.
“Merupakan kehormatan bagi Garuda Indonesia untuk kembali menjadi mitra perjalanan ibadah bagi jemaah haji Indonesia. Kepercayaan ini kami jawab melalui penguatan kesiapan operasional secara _end-to-end_ , dengan memastikan seluruh aspek safety, keandalan armada, serta kualitas layanan berjalan optimal di setiap titik perjalanan jemaah,” ujar Glenny.
Glenny menambahkan bahwa penguatan layanan pada tahun ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan jemaah lansia, yang jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu orang atau sekitar 18 persen dari total jemaah yang dilayani serta jemaah berkebutuhan khusus.
“Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan jemaah selama penerbangan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah,” lanjut Glenny.
Sebagai bagian dari penguatan layanan tersebut, Garuda Indonesia menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya penyediaan wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Awak kabin juga disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama proses penerbangan, khususnya bagi jemaah lansia dan disabilitas. Untuk menunjang kenyamanan selama penerbangan jarak jauh, Garuda Indonesia menyediakan layanan konsumsi berupa dua kali full meals dan satu kali snack , dilengkapi dengan fasilitas inflight entertainment serta ketersediaan portable bidet pada lavatory pesawat.
Selain kesiapan armada dan layanan, Garuda Indonesia juga memastikan kesiapan sumber daya manusia dengan menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji yang akan mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi. (Mut/Syam)