Injourney Airport Akui Kehilangan Pendapatan Sebesar Rp.40 Miliar
Sabtu, 03 Oktober 2026, 13:04 WIB
BISNISNEWS.id - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengakui, telah kehilangan pendapatan sebesar Rp.40 miliar, akibat penutupan dua hari bandaranya yang terdampak abu vulkanik anak gunung Krakatau,
Direktur Operasi InJourney Airports Agus Haryadi pada Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan, di Bandung Jumat (2/10/2026) mengatakan, selama dua hari penutupan, ada 200 ribu penumpang mengalami gangguan perjalanan.
Sejumlah bandara yang terpaksa harus ditutup akibat abu vulkanik, yakni, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.
Dalam lokakarya itu, Agus menjelaskan, dampak terberat dari serangan abu vulkanik anak Gunubg Krakatau. Dia mencontohkan, bandara Soekarno-Hatta terpaksa harus menghentikan operasionalnya untuk mencegah terjadinya gangguan keselamatan penerbangan.
Disebutkan, dalam kondisi normal per harinya terdapat 130 ribu penumpang dengan 1.000 pergerakan pesawat, belum lagi bandara lain yang ikut terdampak.
Alternatif yang ditawarkan kepada penumpang yang terdampak, alias gagal berangkat adalah dengan menyiapkan bus.
Terutama para penumpang tujuan Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. InJourney harus menyediakan bus untuk memobilisasi penumpang menuju bandara lain di Pulau Jawa, antara lain Solo, Yogyakarta, dan Surabaya," jelasnya.
Pengelola bandara juga menyediakan akomodasi bagi penumpang yang tertahan, termasuk menampung sekitar 200 jemaah umrah yang telah tiba dari sejumlah daerah. Selain itu, penumpang yang berada di terminal diberikan makanan ringan dan air minum. (Syam)