Jasa Raharja dan INACA Dorong Literasi Keselamatan Penerbangan Bagi Generasi Muda
Rabu, 11 Februari 2026, 17:41 WIB
BISNISNEWS.id - Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menekankan, keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional.
“Keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis dalam regulasi dan prosedur, tetapi tertanam dalam setiap proses kerja, setiap pengambilan keputusan, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh para penumpang,” ungkap Awaludin pada kegiatan sosialisasi nasional tentang budaya keselamatan dan pemahaman asuransi penerbangan, bersama INACA, Rabu (11/2/2026) di Jakarta, yang diikuti para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek serta komunitas terkait
Dijelaskan, keselamatan penerbangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas, yang juga menyangkut kepercayaan publik, stabilitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Keselamatan ini, ungkapnya, menjadi tanggung jawab bersama. Artinya, ungkap Awaludin, bukan hanya berada di tangan regulator atau operator semata, tetapi menuntut sinergi seluruh ekosistem.
" Keselamatan tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan oleh konsistensi bersama," tegasnya
Sebagai BUMN yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, Jasa Raharja memiliki mandat untuk memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum, termasuk penumpang angkutan udara.
“Dari sisi pelayanan, Jasa Raharja berkomitmen untuk memastikan negara hadir secara cepat dan tepat ketika terjadi kecelakaan transportasi. Namun, poin yang perlu saya tegaskan adalah kecepatan dan besarnya santunan bukanlah tujuan utama. Santunan adalah bentuk tanggung jawab negara ketika musibah terjadi, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi yang harus kita jaga bersama,” tambah Awaluddin.
Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut, selain Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja, juga Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara maskapai nasional,
Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Angkutan Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie, dan perwakilan maskapai nasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan, keamanan, dan keselamatan masyarakat.
Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan literasi keselamatan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui sosialisasi ini, peserta didorong untuk memahami pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, sekaligus mengetahui hak dan kewajiban penumpang dalam sistem transportasi udara nasional. Harapannya, setelah berlangsungnya acara ini, para peserta dapat menjadi agen literasi keselamatan di lingkungannya masing-masing.
Rangkaian kegiatan diisi dengan paparan kebijakan keselamatan, simulasi, diskusi interaktif, serta sesi berbagi pengalaman. Peserta juga mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai peran asuransi kecelakaan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada penumpang apabila terjadi risiko selama perjalanan udara.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan bahwa komunikasi yang konsisten menjadi kunci dalam membangun budaya keselamatan.
“Keselamatan harus terus dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator, operator, akademisi, mahasiswa, dan media massa. Dengan demikian, kesadaran tersebut dapat tumbuh menjadi budaya bersama. Kerjasama INACA dengan Jasa Raharja ini juga merupakan kolaborasi untuk memberikan pemahaman yang baik kepada semua stakeholder,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan konsep just culture dalam dunia penerbangan, yaitu budaya keterbukaan dalam menyampaikan informasi keselamatan tanpa rasa takut, sebagai fondasi dalam memperkuat sistem pencegahan risiko.
Konsep just culture ini akan dapat dipakai untuk mempertahankan standar keselamatan penerbangan Indonesia yang sudah berada di atas rata-rata global sejak tahun 2017.
“Dengan standar keselamatan penerbangan yang di atas rata-rata, maka industri penerbangan Indonesia akan mempunyai kompetitif value yang tinggi di dunia Internasional,” lanjut Denon.
Jasa Raharja dan INACA akan terus memperkuat program edukasi, integrasi data, serta sinergi lintas sektor dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional.
Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan perlindungan masyarakat berjalan secara optimal. Dengan semangat melayani sepenuh hati, Jasa Raharja terus menghadirkan perlindungan yang terpercaya, humanis, dan berkelanjutan demi terwujudnya transportasi udara Indonesia yang aman dan berdaya saing.(Syam)