Kebutuhan BBM Kapal PELNI Selama Angkutan Nataru, Ternyata ....
Rabu, 07 Januari 2026, 00:05 WIB
BISNISNEWS.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) galang BP Migas untuk pastikan kelancaran kebutuhan BBM di kapal-kapal miliknya, selama periode liburan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepastian pasokan itu dilakukan PELNI melalui monitoring proses bunkering pada KM Sangiang di Pelabuhan Samudera, Bitung, Selasa (6/1/2026) malam.
Selama periode Nataru 2025/2026, kebutuhan BBM pada 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis diperkirakan mencapai 17.000 – 18.000 KL atau meningkat 9 – 12 persen dibandingkan periode reguler.
Saat ini, dengan total 84 armada, PELNI memiliki 32 homebase bunkering reguler di seluruh Indonesia. Khusus selama peak season Nataru 2025/2026, dilakukan penambahan dua titik bunkering antara lain di Ambon dan Bitung.
Proyeksi kebutuhan BBM operasional PELNI pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 220 ribu KL untuk pengoperasian 84 kapal, dengan estimasi anggaran subsidi sekitar Rp1,5 triliun.
Sementara itu, realisasi Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) tahun 2023 tercatat sebesar 186 ribu KL untuk 26 kapal, turun menjadi 179 ribu KL pada 2024 akibat penghentian sementara operasional KM Umsini, dan diperkirakan sekitar 177 ribu KL pada 2025 dengan pengoperasian 25 kapal
Monitoring proses bunkering ini dihadiri oleh Direktur Utama Tri Andayani didampingi Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga dan Kepala Cabang PELNI Bitung Juni Samsudin bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Komite BPH Migas, dan Koordinator Pengawas BPH Migas.
Tri Andayani akrab disapa Anda menyampaikan monitoring bersama BPH Migas ini merupakan langkah strategis untuk memastikan proses bunkering berjalan optimal, terutama pada periode arus balik Nataru 2025/2026.
“Selain itu, kami juga menggandeng PT Sucofindo dalam _proses bunkering_ untuk memastikan pengisian BBM telah sesuai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” terang Anda.
Melalui kolaborasi yang baik dengan BPH Migas dan stakeholder terkait, PELNI akan memastikan pasokan BBM pada kapal berjalan lancar, untuk mendukung kelancaran arus balik Nataru 2025/2026 serta operasional sepanjang tahun.
PELNI juga akan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan penggunaan bahan bakar, termasuk dalam pengadaan kapal-kapal baru yang akan menggunakan teknologi terkini untuk mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan serta kontribusi terhadap target net zero emission.
“Kami akan terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal agar tetap andal dan efisien,” pungkas Anda.
Tentang PELNI
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.
PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
(Syam)