Kecelakaan Helikopter Water Bombing Kembali Terulang Kali Ini Terjadi di Sungai Barito, Kalsel
Minggu, 08 November 2026, 23:04 WIB
BISNISNEWS.id - Kecelakaan helikopter water bombing kembali terulang, kali ini terjadi di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026), saat mengambil air untuk memadamkan api kebakatan hutan fan lahan (Karhutla)
Kecelakaan serupa yang tengah juga terjadi pada helikopter dengan registrasi HA-5235 yang dioperasikan oleh Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenyerian Perhubungan melaporkan kecelakaan helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ (Airbus Helicopters H225) dengan registrasi VH-HGM yang dioperasikan untuk mendukung misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan karhutla di kawasan Sungai Barito.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, pada pukul 11.56 WIB, helikopter tersebut mengalami kecelakaan saat melakukan pengambilan air untuk kegiatan water bombing di wilayah Sungai Barito, Banjarmasin.
Helikopter dilaporkan membawa tiga personel, terdiri atas dua pilot dan satu Helicopter Landing Officer (HLO). Dua pilot dilaporkan selamat, sementara satu personel HLO hingga saat ini masih dalam proses pencarian.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Otoritas Bandar Udara Wilayah III terus berkoordinasi dengan pihak operator, BNPB, serta instansi terkait lainnya untuk mendukung penanganan kejadian dan memperoleh informasi terkini, khususnya terkait proses pencarian personel yang belum ditemukan.
“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik, khususnya mendukung upaya pencarian terhadap satu personel yang belum ditemukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sekaligus menyiapkan langkah pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.
Selanjutnya, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara akan melakukan pengumpulan data dan informasi teknis sebagai bagian dari langkah pemeriksaan awal sesuai dengan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Otoritas Bandar Udara Wilayah III akan terus memantau perkembangan penanganan kejadian dan menyampaikan informasi lebih lanjut berdasarkan data serta hasil koordinasi yang telah terverifikasi. (Syam)