KMP Batumandi Yang Terbakar di Merak Masuk Pashe Pendinginan Dengan Pengamanan Oil Boom
Kamis, 22 Oktober 2026, 07:34 WIB
BISNISNEWS.id - Proses pendinginan KMP Batumandi setelah dilakukan pemadaman api, usai terbakar di perairan Merak pada Selasa sore (20/10/2026) masih berlangsung.
Posisi kapal masih dilokasi yang sama saat terbakar dan baru akan ditarik ke lokasi yang aman untuk proses pemeriksaan.
Sebelumnya, pada Rabu pagi (21/10/2026) asap tebal dan api kembali terpantau dari KMP Batumandi. Agar api tidak terus menjalar melumat seluruh badan kapal, dilakukan pemadaman lanjutan oleh KN Jembio P.125 pada pukul 07.27 Wib, hingga api benar-benar dinyatakan padam total.
Setelah api padam, dilanjutkan proses pendinginan oleh kapal tunda TB Ratu Harbour dan TB Gunung Cipala mulai pukul 07.45.
Pada pukul 08.51, KN Trisula P.111 menginformasikan bahwa kapal sedang merapat ke posisi KMP Batumandi untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan.
Selanjutnya dilakukan langkah antisisipasif untuk mencegah potensi pencemaran laut melalui pemasangan oil boom di sekitar KMP Batumandi oleh KN. 333.
Peralatan tersebut dipasang untuk membatasi penyebaran minyak apabila terjadi kebocoran bahan bakar atau minyak pelumas dari kapal, sehingga risiko pencemaran terhadap perairan, ekosistem, biota laut, dan aktivitas masyarakat pesisir dapat diminimalkan.
Kementerian Perhubungan dalam keterangannya menyebutkan, akan terus memantau perkembangan penanganan KMP Batumandi selama proses pendinginan berlangsung.
Kesiapsiagaan petugas, koordinasi lintas instansi, dan langkah antisipatif terhadap potensi pencemaran laut menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan keadaan darurat pelayaran secara aman dan terkoordinasi.
Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran, Capt. Budi Mantoro, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran KMP Batumandi dilakukan melalui pengerahan unsur kapal bantuan dan koordinasi lintas instansi.
“Proses pemadaman telah mencapai 100 persen dan saat ini dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan kondisi kapal tetap terpantau. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mendukung penanganan yang aman serta menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian,” ujar Budi.
Sejumlah kapal dan unsur pendukung dalam penanganan kebakaran dan evakuasi, antara lain KN Trisula P.111, KN Jembio P.125, KN SAR Tetuka, TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, TB Karya Pacific 2291, TB Rizaluta Patra 00, TB Ratu Harbour, TB Krakatau IP 01, TB Diasraya VII, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, SPOB Samawa, serta BC 9006 dari unsur Bea Cukai.
(Syam)