Lintasan Penyeberangan di Bau-Bau Jadi Kunci Pertumbuhan, Kelancaran Ligistik dan Destinasi Wisata
Jumat, 06 Februari 2026, 16:30 WIB
BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) perkuat konektivitas di Indonesi Timur untuk memudahkan akses antarwilayah untuk kepentingan distribusi barang dan orang.
Diantaranya, perlintasan Bau-Bau di Kepulauan Buton Sulawesi Tenggara yang akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di destinasi wisata utama Wakatobi.
Meskipun secara spesifik data jumlah kunjungan wisatawan belum terlihat, namun Wakatobi yang menjadi andalan, cukup banyak menarik perhatian wisatawan domestik dan internasional, untuk menikmati wisata alam.
Wakatobi sendiri dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia yang berada di jantung Coral Triangle dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut yang luar biasa.
Gugusan pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, hingga Hoga menawarkan pengalaman wisata autentik melalui aktivitas snorkeling dan diving yang menampilkan pesona bawah laut Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Di sisi lain, Wakatobi juga memiliki potensi sumber daya pangan yang menopang ekonomi masyarakat. Komoditas hasil laut menjadi andalan, disertai produksi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, dan sagu yang dikelola berkelanjutan.
Sementara itu dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) juga belum ada data spesifik yang menampilkan pertumbuhan secara real time dlsetiap tahunnya.
Namu sebagai gambaran PAD Baubau pada tahun 2024, ditargetkan sebesar Rp 112 miliar, dengan realisasi hingga saat ini mencapai Rp 87,01 miliar atau sekitar 77,69 persen dari target. Sementara itu, pada triwulan I tahun 2025, pendapatan daerah Baubau mencapai Rp 26,3 miliar .
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan, kelancaran transportasi laut menjadi kunci penting dalam menjaga distribusi barang, stabilitas harga, dan kesinambungan aktivitas ekonomi di kawasan kepulauan.
" ASDP hadir untuk memperkuat pelayanan dan kelayanan arus barang dan orang," jelas Heru.
Heru mengatakan, penguatan layanan penyeberangan di lintasan Bau-Bau merupakan bagian komitmen perusahaan menghadirkan konektivitas laut optimal, khususnya bagi wilayah kepulauan 3T. Yakni, Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Menurutnya, kapal penyeberangan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.
“Kami tidak hanya menghubungkan pulau ke pulau, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat. Lintasan menuju Wakatobi menjadi contoh bagaimana konektivitas laut mampu mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru.
General Manager ASDP Cabang Bau-Bau, Zullivan Ramadhana, menjelaskan saat ini pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan empat belas lintasan perintis dengan dukungan empat belas unit kapal.
KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II menjadi tulang punggung layanan menuju Wakatobi melalui rute strategis Kamaru–Wanci serta Kamaru–Kaledupa–Wanci–Tomia–Binongko.
Sepanjang tahun 2025, layanan penyeberangan menuju wilayah Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang serta mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan.
Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas sekaligus mempertegas peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi kepulauan.(Syam)