Mulai 1 Juli Keberangkatan Jemaah Umrah Terpusat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta
Senin, 22 Juni 2026, 19:46 WIB
BISNISNEWS.id - Perjalanan jemaah umrah dan haji menuju Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta semakin mudah dan nyaman, seiring yerus dibenahinya terminal 2F yang dapat layani keberangkatan sekitar 2.000-3.300 jemaah umrah setiap harinya.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menginformasikan bahwa secara bertahap mulai 1 Juli 2026 proses keberangkatan jemaah umrah yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dilayani secara terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F.
Peningkatan pelayanan ini juga merujuk kepada Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026 tentang Pengaturan Layanan Penumpang Angkutan Udara Haji dan Umrah Melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan, “Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F terus melalui berbagai tahapan penyempurnaan operasional, dan kini siap secara penuh untuk melayani keberangkatan jemaah umrah yang menggunakan PPIU.”
“Penyempurnaan pada terminal ini termasuk penataan dan penambahan fasilitas dan skenario operasional yang dirancang khusus untuk kenyamanan dan memuliakan jemaah umrah dalam memulai perjalanan ke Tanah Suci. Fasilitas yang terus disempurnakan ini siap melayani keberangkatan sekitar 2.000-3.000 jemaah haji setiap harinya di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Pahlevi.
Fasilitas tersebut antara lain sebanyak 20 konter check in yang khusus melayani jemaah umrah.
“Konter check in ini dikhususkan untuk pelaporan dan _drop baggage_ bagi jemaah umrah, atau tidak bercampur dengan penumpang reguler, sehingga jemaah umrah dapat merasakan proses yang seamless lebih cepat dan antrean lebih singkat,” jelas Pahlevi.
Terminal juga dilengkapi area tunggu yang luas dan nyaman sehingga jemaah dan keluarga pengantar memiliki ruang lebih leluasa untuk berkumpul dan melepas keberangkatan menuju Tanah Suci.
Keberadaan masjid di dalam terminal juga memungkinkan jemaah dan keluarga melaksanakan ibadah lebih nyaman dan khusyuk sebelum keberangkatan.
“Seluruh staf bandara yang bertugas dalam pelayanan dan keamanan juga dapat fokus 100% memberikan asistensi kepada jemaah umrah, karena tidak ada penumpang reguler yang melalui terminal ini,” jelas Mohammad R. Pahlevi.
Adapun penyempurnaan fasilitas dan skema operasional sejalan dengan tahapan terminal ini untuk melayani keberangkatan jemaah umrah. Pada 5 Maret 2025, terminal ini melayani keberangkatan jemaah umrah dengan penerbangan charter Garuda Indonesia sebanyak 3 kali seminggu, kemudian mulai 21 Maret 2025 penerbangan reguler Garuda Indonesia juga sebanyak 3 kali seminggu. Sebelum itu, terminal ini juga melayani keberangkatan jemaah umrah dengan Lion Air.
Mulai 1 Juli 2026, secara bertahap proses keberangkatan jemaah umrah melalui PPIU dan seluruh maskapai penerbangan akan dilayani berpusat di Terminal Khusus Keberangkatan Haji dan Umrah 2F. (Mut)