nJourney Airports Tuntaskan Fase Keberangkatan Jemaah Haji
Jumat, 22 Mei 2026, 11:48 WIB
BISNISNEWS.id - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), tuntaskan keberangkatan jemaah calon haji ke Tanah Suci pada penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.
Keberangkatan Kloter 116 dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jeddah pada 21 Mei 2026, pukul 23.00 WIB, menandai berakhirnya fase keberangkatan jemaah calon haji di bandara-bandara InJourney Airports pada penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.
Total, sepanjang periode keberangkatan mulai 21 April 2026 hingga 21 Mei 2026, terdapat 527 penerbangan dari 14 bandara yang dikelola InJourney Airports menuju Jeddah dan Madinah dengan sekitar 204 ribu penumpang termasuk jemaah calon haji dan petugas haji.
Lima bandara tersibuk pada periode keberangkatan adalah Juanda Surabaya (44 ribu jemaah), Soekarno-Hatta Tangerang (34 ribu), Adi Soemarmo Solo (29 ribu), Kertajati Majalengka (17 ribu) dan Sultan Hasanuddin Makassar (16 ribu jemaah).
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan, “Seluruh staf bandara InJourney Airports Melayani Sepenuh Hati jemaah haji, untuk turut mengantarkan para jemaah memulai perjalanan ibadah menuju Tanah Suci.”
Lebih lanjut, Mohammad R. Pahlevi menuturkan secara umum penyelenggaraan keberangkatan penerbangan haji di bandara yang dikelola InJourney Airports berjalan sangat baik dan lancar.
“Kelancaran pelayanan bandara pada fase keberangkatan jemaah calon jemaah haji dapat dilihat dari sejumlah indikator. Indikator pertama adalah tingginya ketepatan waktu keberangkatan penerbangan atau on-time performance (OTP). Dari 527 penerbangan pada fase keberangkatan di 14 bandara, sebanyak 512 penerbangan berangkat tepat waktu sehingga tingkat OTP mencapai 97 persen.”
“Tingginya OTP ini mencerminkan kolaborasi yang sangat baik di antara seluruh pihak, antara lain InJourney Airports sebagai operator bandara, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, operator ground handling, serta dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Haji & Umrah, dan Danantara Indonesia,” ujar Pahlevi.
Ketepatan waktu penerbangan juga didukung penerapan disiplin alur keberangkatan jemaah yang disepakati seluruh pihak, mulai dari asrama haji, pemeriksaan keamanaan, prejalanan menuju bandara, hingga proses naik pesawat.
“Fasilitas bandara khususnya di sisi udara (air side), pengelolaan slot time penerbangan serta alokasi pesawat di bandara juga mendukung tingginya OTP penerbangan haji,” ungkap Pahlevi.
Makkah Route
Selain ketepatan waktu penerbangan, indikator kesuksesan kedua adalah kelancaran layanan Makkah Route di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Juanda Surabaya, Adi Soemarmo Solo dan Sultan Hasanuddin Makassar.
Makkah Route sendiri adalah layanan keimigrasian yang diberikan Arab Saudi kepada jemaah, di mana dukungan yang diberikan InJourney Airports terhadap layanan ini mencakup penyediaan area, berbagai fasilitas, dukungan teknis, petugas aviation security dan lain sebagainya.
“Pada tahun lalu layanan Makkah Route ada di 3 bandara, dan pada tahun ini bertambah menjadi 4 bandara di mana yang terbaru adalah Sultan Hasanuddin Makassar. InJourney Airports siap mendukung layanan Makkah Route di bandara-bandara yang ditunjuk pemerintah,” ujar Pahlevi.
Sementara itu, indikator kesuksesan ketiga dalam fase keberangkatan adalah keberhasilan Bandara Internasional Yogyakarta untuk pertama kalinya melayani penerbangan jemaah calon haji langsung menuju Jeddah dan Madinah. Pada tahun ini, sekitar 9 ribu jemaah berangkat ke Tanah Suci melalui bandara tersebut.
“InJourney Airports memastikan kesiapan seluruh bandara, termasuk Bandara Internasional Yogyakarta yang baru pertama kalinya melayani keberangkatan jemaah haji. Keberhasilan ini menunjukkan keandalan fasilitas sisi udara dan sisi darat di bandara Internasional Yogyakarta,” jelas Pahlevi.
Setelah fase keberangkatan, InJourney Airports kembali bersiap menyambut kedatangan jemaah haji pada fase pemulangan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 hingga 1 Juli 2026. (Mut)