Pasca Dihantam Puting Beliung, Bandara Juanda Surabaya Kini beroperasi Bormal
Jumat, 09 Januari 2026, 14:11 WIB
BISNISNEWS.id - Bandara Juanda Surabaya, hari ini sudah beroperasi normal pasca dihantam angin puting beliung pada Rabu (8/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wib. Beberapa pohon tumbang di terminal 1 sudah diatasi.
Seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat melakukan pengamanan, pemeriksaan, dan pemulihan untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.
“Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama,” tegas Lukman.
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, antara lain penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air. Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda.
Tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.
Pada sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh.
Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak berdampak pada pesawat. Hasil pemeriksaan memastikan _runway_ dan apron bersih dari foreign object debris (FOD), fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan tidak ada yang rusak dan beroperasi normal serta perimeter bandara tetap terjaga.
Di area Terminal 1, terdapat pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk sisi utara sehingga arus kendaraan sempat dialihkan dan kini telah kembali normal.
Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, namun kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif. Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD, dan unsur internal pengelola bandara. Sementara itu, Terminal 2 tidak mengalami dampak signifikan.
Operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar, serta kondisi di dalam gedung tetap aman dan terkendali.
Terkait pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk, di antaranya penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines.
Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai ketentuan melalui pembaruan informasi jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.
“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” ujar Lukman.
Ditjen Perhubungan Udara terus memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan guna memastikan operasional Bandara Juanda berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jasa atas pengertian dan kerja samanya. (Syam)