PELNI Fasilitasi Perjalanan Pelajar Asal Papua ke Jakarta Untuk Melanjutkan Pendidikan
Selasa, 11 Agustus 2026, 13:24 WIB
BISNISNEWS.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) fasilitasi perjalanan 105 siswa asal Papua ke Jakarta, yang akan melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang.
Seluruh siswa tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta setelah menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura menggunakan KM Ciremai milik PELNI pada Selasa (11/8/2026).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) dalam membuka akses pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak dari wilayah pedalaman Papua hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dukungan PELNI terhadap perjalanan siswa dari Papua menuju Jakarta telah dilakukan sejak 2023. Pada 2023, sebanyak 152 siswa melakukan perjalanan menggunakan KM Ciremai, dilanjutkan pada 2024 dengan 162 siswa menggunakan KM Dobonsolo.
Melalui program YPHP, para siswa diarahkan melanjutkan pendidikan dari wilayah asal, kemudian menempuh pendidikan SMP dan SMA di SLH Gunung Moria, Tangerang, hingga perguruan tinggi.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para siswa diharapkan dapat kembali dan berkontribusi bagi masyarakat di Papua.
Kedatangan siswa kali ini disambut Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi, Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda serta Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah.
Para siswa berasal dari sejumlah wilayah pedalaman Papua dengan kondisi geografis yang beragam. Di antara mereka terdapat siswa dari suku Korowai, yang berasal dari wilayah dengan karakteristik kehidupan masyarakat yang masih sangat dekat dengan kawasan hutan dan rumah tradisional yang dibangun di atas pohon.
“Terima kasih kepada PELNI. Kapal PELNI sangat membantu masyarakat karena menghubungkan wilayah dari Sabang sampai Merauke. Kontribusi transportasi laut ini sangat penting bagi masyarakat di seluruh Nusantara, khususnya di Papua. Kalau tidak ada kapal PELNI, tentu masyarakat akan mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas maupun distribusi kebutuhan," ujar Ribka.
Perjalanan para siswa menuju Jakarta menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus membuka pengalaman baru bagi mereka untuk mengenal wilayah dan lingkungan di luar daerah asal. Bagi PELNI, konektivitas laut tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi mengatakan bahwa PELNI selalu siap untuk dapat berkontribusi dalam perjalanan pendidikan anak-anak Papua.
“Saya sangat senang PELNI dapat hadir dan membawa anak-anak dari Papua yang menempuh perjalanan jauh hingga sampai ke Jakarta. Ini merupakan salah satu wujud peran PELNI sebagai sarana transportasi yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dan mendukung terwujudnya konektivitas transportasi nasional,” ujar Hana. (Syam)