PIMD Bidik Pasar Bungker dan Ritel di Asia Tenggara

Rabu, 09 Oktober 2019, 18:38 WIB
PIMD Bidik Pasar Bungker dan Ritel  di Asia Tenggara
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman (dok-BN)

BisnisNews.id -- Pertamina menegaskan Pendirian Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) bukan untuk mengganti Petral. Petral merupakan trading arm Pertamina dalam import minyak mentah untuk kebutuhan domestik, sedangkan PIMD merupakan trading arm untuk menjual produk Pertamina maupun produk pihak ketiga di pasar international.


“Jadi, PIMD jangan disamakan dengan Petral, karena PIMD fokus untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan di luar negeri. Bukan untuk memenuhi kebutuhan BBM domestik,”kata Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina di Jakarta (9/10/2019).


Menurutnya, pemenuhan kebutuhan minyak mentah maupun produk BBM domestik tetap dilakukan sesuai amanat pemerintah yaitu oleh fungsi di internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain atau ISC.


“Saat ini, PIMD juga berperan untuk menangkap peluang bisnis pasar Bunker Asia Tenggara terutama di Singapura, dan hal ini adalah bisnis yang sifatnya operasional,” jelas Fajriyah.


Ke depan, lanjutnya, perusahaan ini juga menggarap  peluang penjualan produk lainnya langsung ke end customer di pasar internasional dengan membangun bisnis ritel dalam rangka memperkenalkan brand Pertamina secara global.


Terkait dengan bisnis bunkering, Fajriyah menjelaskan bahwa shipping company di Singapura lebih memilih membeli bunker dari perusahaan Singapura, karena terkait dengan tax refund. “Untuk menjangkau pasar bunker di sana, Pertamina harus membentuk perusahaan di Singapura,” papar Fajriyah.


Bidik 5% Pangsa Pasar


Target yang dipatok untuk penjualan bunker PIMD di tahap awal sekitar 60.000 MT per bulan. Dan targetnya akan meningkat terus hingga 200.000 MT atau sekitar 5% dari market share bunker di Singapura yang memang sangat besar.


Selain itu, PIMD juga diproyeksikan untuk dapat memasuki pasar penjualan bahan bakar ritel dan LPG di wilayah regional yakni Filipina, Thailand dan Myanmar. “Kalau perusahaan migas lain bisa menggarap pasar kita, kenapa Pertamina tidak,” kilah Fajriyah.


Perluasan jangkauan bisnis Pertamina melalui PIMD di kawasan Asia tersebut akan semakin menguatkan posisi Pertamina di kancah kompetisi regional.

"Hal ini juga yang akan menjadi pendorong Pertamina untuk mencapai target berada di peringkat 100 teratas daftar Fortune Global 500, yang pada tahun ini Pertamina berada di posisi 175," tegas Fajriyah.(helmi)

Populer Industri

Berita Industri

BSN Siap KPR Meluncur, Masyarakat Makin Mudah Punya Rumah

24/07/2026, 19:10 WIB

BISNISNEWS.id - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi meluncurkan Program BSN Siap KPR sebagai upaya memperkuat layanan pembiayaan