Posko Angleb Nasional Resmi Ditutup, 147,55 Juta Pergerakan Orang, Belum Ditemukan Kecelakaan Menonjol
Senin, 30 Maret 2026, 18:08 WIB
Secara umum, pelayanan angleb berjalan lancar, belum ditemukan kasus menonjol, selama periode 13 - 29 Maret 2026 (selama 17 hari), jumlah tercatat 147,55 juta. Terkait ketepatan waktu pelayanan, moda transportasi berbasis rel, yakni kereta api regional dan perkotaan, menempati urutan teratas, dengan On Time Performance (OTP) 98,90 persen, diikuti angkutan laut 96,99 persen, selanjut Penyeberangan: 94,74 persen, Moda Udara Domestik: 76,15 persen, Moda Udara Internasional 74,08 persen, Moda Darat: 74,93 persen.
BISNISNEWS.id - Posko Nasional Angkutan Mudik dan Balik Lebaran 1446 H/2026, Senin (1/4/2026) resmi dtutup oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Secara umum, pelayanan berjalan baik, pengguna angkutan umum berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), periode 13 - 29 Maret 2026 (selama 17 hari), jumlah
orang yang melakukan perjalanan tercatat 147,55 juta atau naik 2,53 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar 143,92 Juta.
Berdasarkan rincian moda yang digunakan para pemudik, untuk moda angkutan jalan sebanyak.3,89 Juta
Penumpang, atau naik sebesar 11,64 persen dibandingkan 2025 yaitu 3,49 Juta Penumpang.
Moda Angkutan Laut sebanyak 2,02 Juta Penumpang, mengalami kenaikan sebesar 9,86 persen dibandingkan 2025 yaitu 1,84 Juta Penumpang.
Moda Angkutan Udara sebanyak 4,77 Juta Penumpang.Naik sebesar 6,97 persen dibandingkan
2025 yaitu 4,47 juta penumpang. Moda Kereta Api sebanyak 7,31 Juta Penumpang, naikan sebesar 10,13 persen dibandingkan
2025 yaitu 6,64 juta penumpang.
Moda Penyeberangan sebanyak 5,52 Juta Penumpang, mengalami kenaikan sebesar 15,36.persen dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang.
Pergerakan Kendaraan Keluar Jabodetabek.tercatat sebanyak 2,96 Juta Kendaraan, atau mengalami
kenaikan sebesar 4,00 persen dibandingkan tahun sebelumnya
sebanyak 2,85 Juta Kendaraan.
Distribusi pergerakan kendaraan keluar yaitu, 51,50 persenn menuju arah Timur (Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur) atau 1,50 juta Kendaraan..26,50 persen menuju arah Barat (Banten dan Sumatera) atau
785 Ribu Kendaraan. 22,00.persen menuju arah Selatan (Puncak dan Sukabumi).atau 654 Ribu Kendaraan./
Pergerakan Kendaraan Masuk Jabodetabek tercatat sebanyak 2,70 Juta Kendaraan atau mengalami
penurunan sebesar 0,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya
sebanyak 2,72 Juta kendaraan.
Distribusi pergerakan kendaraan masuk jabodetabek, 48,10 persen dari arah Timur (Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur) atau 1,30 juta Kendaraan.
28,30 persen dari arah Barat (Banten dan Sumatera) atau 768 Ribu Kendaraan. 23,50 persen dari arah Selatan (Puncak dan Sukabumi) atau
637 Ribu Kendaraan.
Kelancaran Lalu Lintas
Pergerakan kendaraan dari Barat ke Timur (Jakarta –.Semarang) pada masa mudik/ mencatat kecepatan rata-rata.sebesar 81,60 km/jam.
Sedangkan, pada masa arus balik dari Timur ke Barat (Semarang – Jakarta) tercatat kecepatan rata-rata sebesar
81,36 km/jam.
Dari sisi ketepatan waktu keberangkatan mudik, moda transportasi berbasis rel, yakni kereta api regional dan perkotaan, menempati urutan teratas, dengan On Time Performance (OTP) 98,90 persen, diikuti angkutan laut 96,99 persen, selanjut Penyeberangan: 94,74 persen, Moda Udara Domestik: 76,15 persen, Moda Udara Internasional 74,08 persen, Moda Darat: 74,93 persen.
Kendati Posko Angleb resmi ditutup, namun hingga Senin, (30/3/2026) arus balik masih terjadi pada sejumlah perlu tasan penyeberangan, te4masuk juga di bandara dan kereta api. (Syam)