PT JJC Catat 47.327 Kendaraan Kembali ke Jakarta Melalui Ruas Jalan Layang MBZ
Senin, 19 Januari 2026, 20:09 WIB
BISNISNEWS.id - Volune lalu lintas, pada akhir arus balik libur panjang Isra Mikraj 2026 yang terpantau di ruas tol Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) masih ramai.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) mencatat pergerakan lalu lintas didominasi oleh arus kendaraan yang kembali menuju Jakarta
Berdasarkan data lalu lintas harian, volume kendaraan menuju Jakarta melalui Ruas Jalan Layang MBZ tercatat sebanyak 47.327 kendaraan, meningkat 114,62 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 22.073 kendaraan.
Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat yang kembali menuju Jakkarta setelah memanfaatkan libur panjang Isra Mikraj 2026.
Sementara itu, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sebanyak 23.343 kendaraan, atau mengalami penurunan sebesar -12,10 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 26.557 kendaraan.
Dibandingkan dengan arus menuju Jakarta, Pergerakan pada arah ini menunjukkan aktivitas perjalanan yang cenderung lebih rendah pada periode akhir libur.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ sejak H-1 sampai dengan H+2 libur panjang Isra Mikraj tercatat sebanyak 260.365 kendaraan atau meningkat 21,87 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 213.635 kendaraan.
Kondisi ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan Ruas Jalan Layang MBZ pada periode libur panjang Isra Mikraj 2026.
PT JJC terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif serta memastikan kesiapan layanan operasional guna menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan selama periode libur Isra Mikraj 2026.
Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan, PT JJC terus mengimbau pengguna jalan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan.
Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kecukupan daya listrik dan bahan bakar minyak (BBM), serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan. (Mut/Syam)