PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur Layani Ekspor 18 Ribu Ton Produk Turunan Kelapa Sawit ke Pakistan
Kamis, 16 April 2026, 13:46 WIB
BISNISNEWS.id - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur kembali melayani
kegiatan muat produk turunan kelapa sawit pada kapal MT. Southern Anoa pada Rabu, 15 April 2026.
Produk turunan kelapa sawit yang akan diekspor ke Pakistan oleh kapal MT. Southern Anoa tujuan Port Qasim, Pakistan ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur dalam memfasilitasi arus komoditas unggulan .
Kapal dengan panjang (LOA) 146 meter dan bobot 11.863 GT tersebut terpantau sandar di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur.
Armada berbendera Liberia yang dinakhodai Capt. Diana Jigger ini direncanakan membawa muatan total sebesar 18.000 ton produk turunan kelapa sawit.
Terdiri terdiri dari 4.300 ton RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), 5.000 ton ROL (Refined, Bleached, and Deodorized Olein), dan 8.700 ton RBDPS (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Stearin).
Seperti diketahui pada tahun 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatatkan realisasi throughput sebesar 5,79 juta ton meskipun sempat terjadi musibah banjir bandang di Sumatera Barat pada akhir Tahun 2025 dimana jalur logistik darat dari hinterland sempat terputus.
Pada awal Tahun 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatat kinerja positif dimana hingga Triwulan I Tahun 2026, capaian throughput telah menyentuh 1,51 juta ton atau 118,69 persen di atas target yang ditetapkan dan apabila dibandingkan dengan capaian throughput Triwulan I Tahun 2025 naik 11,03 persen dari capaian sejumlah 1,36 juta ton.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya memberikan dukungan maksimal bagi distribusi barang, baik untuk kebutuhan ekspor dalam rangka meningkatkan devisa negara maupun impor untuk menjaga ketersediaan pasokan barang di dalam negeri.
"PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berkomitmen penuh dalam mendukung distribusi dari dan ke Sumatera Barat. Saat ini, langkah strategis terbaru kami fokuskan pada Optimalisasi DKC 2 Gaung. Hal ini dilakukan guna merespons peningkatan volume produksi seiring dengan beroperasinya pabrik refinery kedua milik PT Padang Raya Cakrawala," ujar Fauzi. (Mut/Syam)