PTP Nonpetikemas Jelaskan Strategi ESG dan DEI serta Komunikasi yang Berdampak
Senin, 13 Juli 2026, 06:17 WIB
BISNISNEWS.id - Manager Corporate Secretary PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami menegaskan, pelabuhan yang dikelola PTP Nonpetikemas bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas bongkar muat, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan rantai pasok nasional, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan.
Ungkapan itu disampaikan Fiona dalam Conference Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
" Oleh karena itu, ESG dipandang sebagai upaya merawat ekosistem, sementara DEI menjadi kemampuan organisasi dalam merespons keberagaman dan kompleksitas para pemangku kepentingan,” jelas Fiona.
Sebagai bagian dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), PTP Nonpetikemas terus menjalankan berbagai inisiatif green port, antara lain pemasangan lampu LED untuk efisiensi energi, pemanfaatan Overhead Crane (OHC), elektrifikasi Grab Loading Crane (GLC), pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta penerapan Port Waste Management System serta hingga penanaman 11.000 bibit mangrove dan program lainnya. Pada aspek sosial, perusahaan secara konsisten melaksanakan program TJSL seperti pemberdayaan masyarakat pesisir, bantuan kebencanaan dan donor darah serta program lainnya.
Pada aspek tata kelola, perusahaan memperkuat prinsip Good Corporate Governance melalui transparansi, akuntabilitas, dan implementasi Whistleblowing System (WBS) satu pintu Pelindo Grup yang terhubung dengan sistem KPK.
Selain itu dalam menjaga governance PTP Nonpetikemas dan Pelindo Grup juga secara berkala melakukan sosialisasi GCG dan pencegahan fraud kepada internal dan stakeholder.
PTP Nonpetikemas juga memandang Diversity, Equity & Inclusion (DEI) sebagai fondasi dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan inovatif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesempatan yang setara bagi seluruh insan perusahaan, peningkatan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, kebijakan rekrutmen tanpa diskriminasi, serta pemberdayaan berbagai kelompok masyarakat melalui program-program TJSL.
Fiona menambahkan bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam memastikan implementasi ESG dan DEI dapat dipahami serta dirasakan manfaatnya oleh seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, PTP Nonpetikemas membangun komunikasi yang terbuka melalui media relations, port visit, publikasi perusahaan, media sosial, serta kolaborasi dengan pelanggan, pemerintah, akademisi, komunitas, dan media massa.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan pemahaman publik mengenai peran pelabuhan sebagai penggerak perekonomian nasional.
Lebih lanjut Fiona menjelaskan, PTP Nonpetikemas meyakini bahwa setiap insan perusahaan merupakan bagian dari komunikasi korporasi. Seluruh karyawan didorong menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai ESG dan DEI dalam setiap aktivitas operasional maupun interaksi dengan para pemangku kepentingan.
Melalui komunikasi yang konsisten dan kolaboratif, perusahaan berharap dapat memperkuat reputasi sekaligus menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang semakin inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Hadir sebagai narasumber falam forum itu, Gary Ng (Founder & Director Infinity Continuity), Dr. Indra Ardiyanto (Dosen dan Praktisi Komunikasi Korporat dan Keberlanjutan), Marthella Sirait (CEO KONEKIN), serta Mona Monika (Head of Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia).
(Syam)