Puncak Arus Balik Dari Sumatera ke Jawa Lancar, Gelombang Dua Akan Terjadi Lonjakan Besar, Ini Datanya
Kamis, 26 Maret 2026, 13:00 WIB
Puncak pergerakan arus balik libur panjang Idulfitri 1447 H/2026 dari Sumatera ke Jawa sudah berlangsung pada 24 - 26 Maret 2026 dini hari. Puncak gelombang kedua diprediksi bakal terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026, siap-siap bakal ada lonjakan besar, karena berdasarkan data masih ada sekitar 60 persen pemudik yang masih bertahan di kampung halamannya masing-masing di Sumatera. Sementara kendaraan bermotor masih tersisa sekitar 36 persen.
BISNISNEWS.id - Gelombang pertama pergerakan puncak arus balik dari Sumatera ke Jawa pasca libur panjang dan cuti bersama Idulfitri, 1446 Hijriyah/2026 Masehi menunjukan peningkatan signifikan.
Berdasarkan prediksi, pergerakan kedua bakal terjadi selama dua hari, yakni 28 dan 29 Maret 2026. Ini menjadi lonjakan yang sangat tinggi, karena tanggal 1 April 2026,.seluruh aktivitas sudah kembali normal.
Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang bersumber dari Posko Angkutan Lebaran, secara akumulatif sejak 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), tercatat sebanyak 327.646 orang penumpang telah kembali ke Pulau Jawa. Angka ini mencapai 36,4 perse dibandingkan total penumpang saat arus mudik (H-10 hingga H) yang mencapai 898.864 orang.
Masih pada periode yang sama, total kendaraan yang telah kembali dari Sumatera ke Jawa mencapai 89.389 unit atau sekitar 37 persen dibandingkan total kendaraan saat arus mudik yang tercatat sebanyak 239.920 unit.
Data ini menunjukkan bahwa arus balik masih akan terus bergerak dan diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus balik serta mengoptimalkan seluruh aspek layanan.
“Seiring dengan mulai terbentuknya trafik arus balik, kami memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan lancar, baik dari sisi kesiapan armada maupun pelayanan kepada pengguna jasa. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pergerakan penumpang dan kendaraan tetap terkendali,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengoperasian kapal yang disesuaikan dengan skema kepadatan, kesiapan contingency plan melalui penyediaan tugboat dan teknisi siaga 24 jam, hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat waktu layanan saat kondisi padat.
Dalam memberikan pelayanan selama periode arus mudik dan balik libur Idulfitri, ASDP bukan hanya berfokus pada kelancaran operasional, tapi juga menghadirkan kenyamanan tambahan bagi pengguna jasa di pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa berbagai fasilitas telah disiapkan, mulai dari tenant makanan dan minuman, pusat oleh-oleh, ruang berpendingin, kursi pijat, sofa, vending machine, hingga area bermain anak.
“Kami juga menghadirkan program mudik ramah anak sebagai bentuk komitmen menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman bagi keluarga. Di tenda layanan yang kami siapkan, penumpang anak-anak
saat menunggu waktu boarding ke kapal dapat beristirahat atau bermain secara gratis dengan pendampingan petugas terlatih. Anak-anak dapat bermain games, aktivitas mewarnai gambar, bernyanyi, mendengarkan dongeng, serta mendapatkan bingkisan sebagai bentuk perhatian kami,” jelasnya.
Hingga Kamis (26/3/2026) dini hari, tercatat sekitar 150 anak telah memanfaatkan program tersebut.
Pada periode H+2 Lebaran (24 Maret 2026), pergerakan dari Sumatera ke Jawa tercatat mencapai 128.821 orang atau naik 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Total kendaraan mencapai 36.499 unit atau naik 63 persen. Sementara itu, pergerakan dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 47.052 penumpang atau naik 24,7 persen, dengan total kendaraan mencapai 10.110 unit atau naik 20,4 persen.
(Mur/Syam)