Rombongan Kedubes Inggris Anjangsana ke KM Kelud di Tg Priok, Ada Apa .....?
Jumat, 23 Januari 2026, 13:51 WIB
BISNISNEWS.id - Rombongan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta bersama tim UK Partnering for Accelerating Climate Transitions (UK PACT) mengunjungi KM Kelud di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (23/1/2026).
UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) merupakan program beasiswa yang sepenuhnya diniayai pemerintah Inggris untuk mendukung negara-negara berkembang dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target NDC (Nationally Determined Contributions).
Program ini fokus pada pembangunan kapasitas, pengembangan keterampilan, dan bantuan teknis untuk mendukung transisi menuju pertumbuhan rendah karbon.
Rombongan Kedubes Inggris tersebut langsung naik ke atas kapal yang merupakan bagian dari kelas pembelajaran dari UK Pact yang didukung Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (UK FCDO).
Rombongan dari Kedubes Inggris itu disambut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Anik Hidayati, Deputy Head Low Carbon Infrastructure British Embassy.Jakarta (BEJ) Phoebe Rimmer, Cities and Transport Lead BEJ Maria Renny, Ketua UK PACT Indonesia Andi Azka Faurianthi Poetri, Executive Director Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) Arief Yunan, serta Urban Development Senior Program Lead World Resources Institute_ (WRI) Indonesia Dimas Nu'man Fadhil.
Kunjungan dan kelas pembelajaran yang mengangkat tema decarbonization in shipping transport juga diikuti oleh 30 mahasiswa terpilih dari berbagai universitas dan sekolah tinggi di Indonesia.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan agenda keberlanjutan di sektor pelayaran nasional.
“Kolaborasi dengan Kedutaan Besar Inggris melalui UK PACT serta WRI Indonesia dan IREEM ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman praktis PELNI dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional sehari-hari,” ujar Anik.
Anik juga menekankan peran penting generasi muda dalam mendorong perubahan menuju transportasi laut yang lebih hijau.
“Melalui program UK PACT dan inisiatif FIRST, kami berharap dapat berkontribusi dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan serta keterampilan untuk memimpin transisi menuju transportasi laut yang berkelanjutan dan rendah emisi di Indonesia,” tambah Anik.
Kegiatan kunjungan dan kelas pembelajaran di atas KM Kelud menjadi salah satu sesi inti dari program FIRST.
Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pemahaman praktis mengenai upaya dekarbonisasi sektor pelayaran langsung, meliputi aspek kebijakan perusahaan, operasional harian, strategi bisnis jangka panjang serta penerapan teknologi rendah karbon yang telah dan sedang diimplementasikan dalam armada PELNI.
PELNI menyadari bahwa sub-sektor transportasi laut, sebagai bagian integral dari sektor transportasi nasional, turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca yang terus meningkat setiap tahunnya.
Sejalan dengan komitmen nasional dalam Nationally Determined Contributions (NDC) serta kebijakan penurunan emisi yang didorong Kementerian Perhubungan, PELNI aktif mendukung transisi menuju transportasi berkelanjutan melalui berbagai inisiatif operasional dan strategis.
Sebagai informasi, UK PACT adalah program kerja sama antara Pemerintah Inggris (UK) dan Indonesia untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan. (Syam)