Rupiah Terus Melemah ke 14.619 per Dolar AS
Kamis, 23 Agustus 2018, 11:52 WIB
Bisnisnews.id - Harapan Rupiah bisa menguat pasca penetapan dan pedaftaran calon dan wakil presiden semakin tipis, Rupiah terus melemah.
Pada transaksi kamis pagi (23/8/2018) kurs Rupiah melemah 49 poin menjadi Rp14.619 dibanding sebelumnya Rp14.570 per dolar AS. Sejumlah pelakuk pasar mengkhawatirkan, pelemahan ini akan terus terjadi hibgga ke angka Rp 15 ribu per dolar AS.
Namun menurut Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, secara umum dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah, di tengah masih adanya kekhawatiran investor terhadap krisis Turki, dan ketegangan dagang global.
Kendati demikian, lanjut dia, sentimen beli terhadap dolar AS dapat tertahan menyusul Presiden AS Donald Trump yang meningkatkan kritik terhadap bank sentral Amerika Serikat (the Fed).
Bank Indonesia (BI) juga sudah meningkatkan suku bunga acuan guna menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah. Pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.
Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada menyebutkan, permintaan obligasi domestik yang masih tinggi diharapkan terus menarik minat investor masuk ke Indonesia.
Namun pelaku pasar tetap saja sibuk mecari perlindungan mata uang yang bisa dijadikan pegangan. Pelaku asar khawatir, Rupiah tidak bisa dipertahankan untuk terus melemah ke angka Rp 15 ribu mungkin lebih. (Ismadi)