Tol Japek Arah Jakarta Diberlakukan Contraflow Mulai KM 70 Sampai KM 47
Jumat, 27 Maret 2026, 11:34 WIB
Berdasarkan data, pada arus mudik terdapat 21 ribu pengendara mengalami gagal transaksi di gerbang tol karena saldo yang tidak mencukup. Kondisi ini menjadi penyebab utama kemacetan panjang. Seperti terjadi di Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang. Padahal, sebelumnya pengendara sudah diingatkan agar memastikan saldo E-Tolle tercukupi. Misalnya untuk perjalanan dari Jakarta ke Semarang atau sebaliknya saldo E-Tolle tersedia minimal Rp1.000.000
BISNISNEWS.id - Antisipasi kepadatan arus balik mudik Idulfitri 1447 H/2026, yang berbuntut pada kemacetan, hari ini mulai pukul 08.49 Wib, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari KM 70 sampai KM 47 arah Jakarta pada Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
“JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh Kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak optimal, khususnya pada periode arus balik yang mengalami peningkatan volume kendaraan,” ujar Ria.
Untuk mendukung kelancaran transaksi, JTT juga mengoptimalkan pelayanan di Gerbang Tol Cikampek Utama dengan pengoperasian hingga 22 gardu arah Jakarta.
Selain itu, petugas operasional disiagakan di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, membantu pengguna jalan, serta memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengantisipasi rute perjalanan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Ria juga juga kembali mengingatkan kepada pengendara, memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.
Berdasarkan informasi dari sejumlah pengendara, kemacetan sudah terjadi dari KM 210 hingga 188 Tol Trans Jawa. Banyak pengendara terpaksa menghentikan kendaraannya di bahu jalan karena kelelahan dan kerusakan mesin.
Hem, salah satu pengendara menginformasikan, kemacetan sudah terjadi mulai KM 426 sampai KM. 130 dan beberapa rest area di tutup karena penuh kendaraan (KM.456, KM 392 dan 2 KM lainnya) sehingga banyak kendaraan memarkir kendaraannnya di bahu jalan.
Menteri Perhubungan Dudy Puwagandhi sebelumnya berulang kali mengingatkan masyarakat yang akan kembali ke Jakarta usai berlebaran di kampung halamannya untuk kembali lebih awal dan menghindari puncak arus balik, karena dapat terjebak macet.
Ungkapan serupa juga didampaikan Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, para pengendara selain berangkat lebih awal juga memperhatikan ketersediaan saldo pada E-Tolle.
Berdasarkan data, pada arus mudik terdapat 21 ribu pengendara mengalami gagal transaksi di gerbang tol karena saldo yang tidak mencukup. Kondisi ini menjadi penyebab utama kemacetan panjang. Seperti terjadi di Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.
Padahal, sebelumnya pengendara sudah diingatkan agar memastikan saldo E-Tolle tercukupi. Misalnya untuk perjalanan dari Jakarta ke Semarang atau sebaliknya saldo E-Tolle tersedia minimal Rp1.000.000.
(Mut/Syam)