Anita Puji Utami Kembali Terpilih Menjadi Ketua Umum Iperindo periode 2026-2030
Rabu, 26 Agustus 2026, 22:04 WIB
BISNISNEWS.id - Anita Puji Utami, Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) kembali terpilih sebagai Ketua Umum Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) periode 2026-2030.
Anita terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon Ketua Umum yang ditetapkan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026.
RUA Iperindo tahun 2026 diikuti oleh ratusan anggota dari unsur industri galangan kapal, industri penunjang galangan kapal, jasa konsultan dan jasa klasifikasi.
RUA tersebut juga menetapkan Dewan Pengawas Iperindo periode 2026-2030 beserta tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan pusat Iperindo periode tahun 2026-2030.
Ketua Umum Iperindo terpilih Anita Puji Utami menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan amanah kembali menjadi Ketua Umum untuk empat tahun ke depan.
Dalam paparan visi dan misinya, alumni ITS Surabaya itu menjelaskan jika Iperindo akan bekerja maksimal untuk melanjutkan program-program yang sudah dimulai pada periode sebelumnya.
Pertama, Iperindo akan memperjuangkan agar kebutuhan kapal nasional semaksimal mungkin dibangun dan dipenuhi oleh industri galangan kapal dalam negeri. Kapal Indonesia harus semakin banyak dibangun di Indonesia, dioperasikan oleh perusahaan Indonesia, sehingga memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional.
Kedua, Iperindo akan mendorong pemerintah menghadirkan skema pembiayaan kapal yang kompetitif dan berjangka panjang, sekaligus memperjuangkan insentif fiskal seperti PPN, PPh, PNBP dan insentif lainnya. Kebijakan tersebut diperlukan untuk menciptakan level playing field bagi galangan kapal nasional dalam menghadapi persaingan global
Ketiga, Iperindo akan mempercepat pembangunan ekosistem industri perkapalan nasional. Kemandirian tidak cukup hanya dengan memperkuat galangan kapal, tetapi juga harus memperkuat industri komponen, industri pendukung, pelayaran, serta seluruh mata rantai industri maritim nasional.
Keempat, Iperindo akan aktif mendorong dan terlibat dalam perumusan serta penyempurnaan kebijakan pemerintah di sektor perkapalan. Kebijakan industri perkapalan perlu diarahkan menjadi gerakan nasional yang memberikan keberpihakan nyata terhadap pembangunan dan penguatan industri kapal dalam negeri.
Kelima, mendorong transformasi industri yang akan diperkuat melalui peningkatan kualitas SDM, digitalisasi, otomatisasi, efisiensi energi dan dekarbonisasi.
Bambang Harjo, Anggota Komisi VII DPR RI yang hadir pada RUA tersebut mengatakan industri galangan kapal sangat strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
Menurut dia, industri pelayaran sangat bergantung kepada industri galangan sehingga perlu saling bekerja sama dalam menciptakan kapal-kapal dalam berbagai tipe dan ukuran yang dibutuhkan Indonesia ke depan.
RUA Iperindo tahun 2026 dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 24 Agustus 2026 yang dilaksanakan secara daring dan 26 Agustus 2026 yang dilaksanakan secara tatap muka.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta dalam arahan yang dibacakan Sekditjen Ilmate Feby S. Hariyono mengatakan industri perkapalan nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan meningkatkan daya saing.
Setia mengungkapkan posisi industri galangan kapal Indonesia di kawasan Asia Tenggara semakin kuat. Berdasarkan analisis OECD untuk produksi kapal di atas 100 GT, pangsa produksi galangan kapal Indonesia meningkat dari sekitar 26 persen pada 2010 menjadi 40 persen pada 2025.
"Peluang tersebut semakin besar karena volume bongkar-muat barang melalui angkutan laut selama 2022–2025 tumbuh rata-rata 4,85 persen per tahun, sementara angkutan penumpang tumbuh 12,66 persen," katanya. (Syam)