Aptrindo Ajak Seluruh Stakeholder Bahas Rencana Konversi Truk Berbahan Bakar Fosil ke Truk Listrik
Kamis, 09 April 2026, 14:57 WIB
BISNISNEWS.id - Ketua Umum Assosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Gemilang Tarigan mengajak para pengusaha truk dan seluruh stakeholder sektor logistik bahas rencana peremajaan dan konversi truk logistik dari bahan bakar fosil ke truk listrik.
Ajakan itu disampaikan Tarigan dalam seminar Transformasi Logistik Indonesia yang mengusung tema Peran Truk Listrik di Masa Depan Transportasi, di Hall B PRJ Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Saat ini kondisi truk logistik di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, karena usianya yang umumnya sudah tidak laik operasi .
Saat ini jumlah truk di Indonesia sebanyak 6,4 juta unit. Dari jumlah itu, yang usia 5 tahun hanya 21 persen. Teuk di atas 20 tahun sebanyak 65 persen selebihnya usia di atas 40 tahun.
Tantangan besar angkutan logistik di Indonesia saat ini sangat besar, karena hanya 5 persen truk yang beroperasi di Indonesia memenuhi syarat laik operasi.
Sesuai data, truk yang beroperasi di pelabuhan sebanyak 70.168 dan terbesar ada di Pelabuhan Utama Tanjung Priok atau sekitar 36 ribu.
" Usia truk logistik yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, kondisinya sama pada umumnya yang neroperasi secara nasional, didominasi truk tua," ungkap Tarigan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutan kuci pada seminar yang dibacakan Direktur Pembinaan Ketenaga Listrikan ESDM, Ahmad Amirudin menekankan pada solusi.
Ditegaskan, seminar yang diikuti para pengusaha angkutan logistik ini memiliki nilai strategis dalam menghadapi rencana konversi truk berbahan bakar fosil ke listrik.
" Kami berharap, seminar ini ada tindaklanjutnya, jangan hanya berhenti sampai di ruang seminar," tuturnya.
Hadir dalam seminar itu sejumlah narasumber, mulai dari akademisi dan para pangusaha angkutan logistik. Yakni, Bambang Patijaya, Ketua Komisi XII DPR RI, Yanes Martinus Pasaribu Lektor Kepala ITB, Albert Auliya Ilyas Dirut PT Kalista Nusa Armada, Gilarsi Wahju Stijono Dirut PT VKTR Teknologi Mobilitas. tbk, Simon Aloysius Mantiri Dirut Pertamina, Drajat Sulityo Dirut Pelindo dan Darmawan Prasodjo Dirut PLN
Terkait truk listrik, Yanes Martinus Pasaribu mengingatkan para pengusaha angkutan, meskipun secara operasional biayanya 35 persen lebih murah namun ada sejumlah resiko yang wajib dipahami.
Untuk saat ini, masalah utama bukan pada kendaraan dan biaya operasi tapi pada driver atau sopir. " Banyak faktor yang harus dipelajari oleh driver bukan hanya soal pengetahuan tapi juga faktor kebiasaan," tuturnya (Syam)