ASDP Bangun Budaya Keselamatan Kwrja di Pelabuhan
Kamis, 08 Oktober 2026, 08:54 WIB
BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) libatkan seluruh ekosistem layanan, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mitra kerja dalam memperkuat budaya keselamatan di Pelabuhan.
Berupa pelatihan dan edukasi Awareness Safety, Security, dan Service (3S) kepada 22 UMKM dan mitra ASDP pada Jumat (2/10) hingga Sabtu (3/10), di Sosoro Mall, Merak, Banten.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong penerapan prinsip Safety, Security, dan Service (3S) secara konsisten dalam kebiasaan kerja bagi seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.
“Keselamatan dan Kesehatan Kerja bukan hanya tentang aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas. Setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan perlu memahami potensi bahaya, menggunakan perlengkapan yang sesuai, serta mematuhi ketentuan keselamatan agar dapat bekerja dengan aman dan pulang dengan selamat.,” ujar Heru.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman pentingnya identifikasi potensi risiko, penerapan prosedur keselamatan, serta pentingnya menjaga lingkungan kerja yang aman dan tertib. Pembekalan ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari UMKM dan Mitra di kawasan pelabuhan.
Sebagai apresiasi atas keikutsertaan peserta, penyerahan sertifikat pelatihan Awareness 3S kepada UMKM dan mitra ASDP diserahkan oleh Komisaris ASDP, Siti Ariani Muflikhah, dalam rangkaian acara Siger Sound Project pada Sabtu (3/10).
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa penerapan K3 memiliki keterkaitan erat dengan prinsip 3S. Menurutnya, keselamatan merupakan fondasi untuk menciptakan operasional yang aman sekaligus mendukung kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
“3S bukan hanya menjadi tanggung jawab insan ASDP, tetapi perlu menjadi budaya bersama seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan. Ketika setiap pihak memahami risiko, menjaga keamanan, dan menjalankan perannya dengan baik, maka tercipta ekosistem pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal,” jelas Windy.
Pelaksanaan edukasi K3 ini juga menjadi bagian dari kontribusi ASDP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman serta mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan mitra. (Mut)