KORIDOR LOGISTIK

ASDP Lakukan Kajian Mendalam Layanan Long Distance Ferry Lintas Jawa–NTT

Selasa, 28 Juli 2026, 16:21 WIB
ASDP Lakukan Kajian Mendalam Layanan Long Distance Ferry Lintas Jawa–NTT
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, didampingi Wakil Direktur Utama Yossianis Marfiiciano, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, beserta jajaran manajemen ASDP dan para pemangku kepentingan saat menerima audiensi Pemprov. Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Frederik Christian Purwanto Koenunu mewakili Gubernur NTT, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.

BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan melakukan kajian lebih lanjut terkait rencana pembukaan lintasan Long  Distance Ferry (LDF) yang  menghubungkan Pulau Jawa  dengan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rencana LDF lintas Jawa - NTT tersebut, sesuai hasil audiensi yang dilakukan tim Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah berlangsung pada Senin (27/7/2026).

Tim audiensi  Pemprov. NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Frederik Christian Purwanto Koenunu mewakili Gubernur NTT, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.

Rombongan langsung  diterima oleh Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marfiiciano, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, beserta jajaran manajemen ASDP dan para pemangku kepentingan.

Inisiatif ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun koridor logistik yang lebih efisien sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan kepulauan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa pengembangan LDF bukan sekadar membuka lintasan baru, melainkan bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan) sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

"Bagi ASDP, konektivitas bukan sekadar menghubungkan pelabuhan, tetapi memastikan setiap layanan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Layanan penyeberangan harus mampu memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses pasar, menjaga rantai pasok, sekaligus membuka peluang ekonomi baru," ujarnya.

Menurut Heru, pengembangan Long Distance Ferry diharapkan menjadi simpul logistik yang memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Dalam audiensi tersebut, ASDP memaparkan hasil kajian awal pengembangan lintasan LDF yang menghubungkan Surabaya dengan Lembata dan Belu. 

Kajian awal menunjukkan NTT memiliki prospek yang menjanjikan, didukung pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, tingginya kebutuhan distribusi barang dari Pulau Jawa, serta potensi komoditas unggulan seperti peternakan, perikanan, rumput laut, garam, dan hasil perkebunan yang dapat menjadi muatan balik menuju Jawa. 

Pola tersebut diyakini berpotensi membentuk ekosistem logistik dua arah yang lebih efisien sekaligus mengurangi perjalanan kapal tanpa muatan.

Selain memangkas waktu dan biaya distribusi melalui layanan Ro-Ro langsung tanpa alih muat, pengembangan lintasan ini juga diharapkan mampu menghadirkan kepastian jadwal pengiriman, menekan risiko kerusakan barang, serta memperkuat rantai pasok antarwilayah.

Keberhasilan pengembangannya sangat ditentukan oleh sinergi pemerintah daerah, operator layanan, dan pelaku usaha dalam membangun komitmen muatan yang berkelanjutan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara optimal.

Sejalan dengan itu, seluruh pihak juga sepakat bahwa pengembangan lintasan LDF masih memerlukan kajian lanjutan yang lebih komprehensif. 

Berbagai masukan dari para kepala daerah dalam audiensi akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kajian, mencakup aspek kelayakan operasional, kesiapan ekosistem logistik, potensi muatan, hingga keberlanjutan layanan. Kajian lanjutan tersebut akan dipercepat sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat sebelum implementasi dilakukan.

Kolaborasi

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas komitmen ASDP dalam membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat konektivitas wilayah kepulauan.

"Kami bersyukur dapat berdiskusi bersama ASDP. Yang terpenting adalah memastikan perjalanan pergi maupun pulang memiliki muatan sehingga layanan dapat berjalan secara berkelanjutan. Transportasi laut merupakan urat nadi daerah kepulauan, dan kami berharap kolaborasi ini menjadi awal penguatan konektivitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur," ujarnya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa pengembangan lintasan baru hanya dapat berhasil melalui kolaborasi yang erat. Pemerintah daerah berperan memperkuat ekosistem usaha dan infrastruktur pendukung, ASDP memastikan layanan yang andal, sementara pelaku usaha menghadirkan kepastian muatan sehingga tercipta koridor logistik yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui sinergi yang telah terbangun, ASDP memandang pengembangan LDF Jawa–NTT memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan. Meski demikian, implementasinya akan didahului dengan kajian lanjutan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan operasional, dukungan ekosistem logistik, serta keberlanjutan layanan.  (Syam)


Populer Industri

Berita Industri

PROGRAM TJSL
BTN Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Masyarakat Maluku Utara

28/07/2026, 16:42 WIB

BISNISNEWS.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengalokasikan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan


HARI MANGROVE
Bank BSN Dorong Pelestarian Ekosistem Kawasan Pesisir

26/07/2026, 17:46 WIB