ASDP Melirik Potensi Angkutan Penyeberangan Lintas Negara, Batam - Johor
Minggu, 16 Maret 2025, 18:08 WIB
BISNISNEWS.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melirik potensi pasar luar negeri, melalui pengembangan rute penyeberangan internasional Batam -Johor Bahru.
Terkait rencana itu, kini ASDP tengah menjajaki beragam potensi yang ada termasuk birokrasi lintas negara, yang kini tengah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, Kemeterian Luar Negeri dan BP.Batam untuk mempercepat perizinan.
Selain mengambil pasar potensial ke Malaysia, BUMN di sektor penyeberangan dan pengelolaan pelabuhan ini juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Abu Dhabi Port guna memperkuat pengelolaan pelabuhan dan investasi infrastruktur penyeberangan internasional.
Terkait rencana pengembangan bisnis tersebut, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo telah melakukan pertemuan khusus dengan
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto di Batam, pada Jumat (16/3/2025).
Dalam pertemuan dengan KSP di Batam itu, selain penguatan rute pelayanan penyeberangan lintas negara yang masuk dalam konsep Proyek Strartegi Nasional (PSN) termasuk pengembangan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC)
Pada pertemuan itu, ASDP dan KSP menunjukan komitmennya dalam penguatan PSN di sektor transportasi laut.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, proyek integrasi Merak-Bakauheni dan ekspansi rute internasional diharapkan dapat segera terealisasi, membawa manfaat besar bagi konektivitas nasional serta pertumbuhan ekonomi di kawasan strategis.
Saat ini, ASDP mengoperasikan 309 lintasan, yang terdiri dari 70 persen lintasan perintis dan 30 persen lintasan komersial. Perusahaan juga mengelola 37 pelabuhan dan mengoperasikan 220 kapal, melayani lebih dari 50 juta penumpang dan 13,6 juta kendaraan per tahun.
Dari seluruh pergerakan tersebut, sekitar 67 persen lalu lintas terkonsentrasi di lintasan Merak-Bakauheni, menjadikannya salah satu jalur penyeberangan tersibuk di dunia.
Dengan semakin meningkatnya volume kendaraan akibat konektivitas Tol Trans-Sumatera, ASDP menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan dan dermaga untuk menghindari kemacetan dalam 5-7 tahun ke depan.
Heru memgatakan, perusahaan terus melakukan optimalisasi layanan melalui penguatan digitalisasi dan perbaikan infrastruktur, termasuk rehabilitasi toilet kapal dengan standar lebih baik demi kenyamanan pengguna (Syam)