BTN Jajaki Kerjasama Dengan Yayasan Putri Indonesia, Nixon: 20 Juta Keluarga Indonesia Tempati Rumah Tidak Layak Huni
Selasa, 03 Februari 2026, 06:39 WIB
BISNISNEWS.id -Direktur Utama PT. Bank Tabungan Negara (persero) Tbk BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan saat ini, lebih dari 20 juta keluarga Indonesia menempati rumah tidak layak huni.
Rumah yang tidak layak huni, akan menimbulkan masalah bagi penghuninya, diantaranya, soal kesehatan. Namun sebaliknya, rumah layak huni, akan menyelesaikan masalah kesehatan.
" Akan ada banyak masalah yang bisa selesai dari rumah layak huni, mulai dari TBC, stunting," kata Nixon dalam Exclusive Company Visit: Puteri Indonesia Goes to BTN yang diikuti para Puteri Indonesia 2025 di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Dalam diskusi itu, Nixon berharap ke depannya ada sinergi dengan Putri Indonesia yang juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Diskusi itu juga menjadi bagian dari rencana BTN menjajaki kerjasama dengan Yayasan Puteri Indonesia untuk mendukung misi sosial perseroan dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia.
Rencana kerjasama tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan penerapan prinsip keberlanjutan pada bisnis yang sejalan dengan nilai-nilai yang disuarakan Puteri Indonesia.
Nixon mengatakan Indonesia adalah negara kedua di dunia yang mencatatkan jumlah hunian terbesar yang tidak memiliki fasilitas sanitasi dasar (mandi, cuci, kakus/MCK). Selain itu, masih banyak rumah di Indonesia yang tidak memiliki atap, dinding, dan lantai yang layak.
Nixon mengatakan, selain menjalankan misi sosial di bidang perumahan, BTN juga berfokus dalam penerapan bisnis berkelanjutan. Nixon merinci program utama keberlanjutan di perseroan yakni pembiayaan untuk Rumah Rendah Emisi dan skema "Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu".
Strategi tersebut sejalan dengan upaya perseroan mengurangi emisi karbon yang diproduksi dari rumah. Pasalnya, rumah tangga merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.
Nixon juga menyebutkan BTN mengusung kesetaraan gender dan memberikan akses pekerjaan bagi para disabilitas. BTN memberikan ruang bagi para karyawan perempuan untuk saling menginspirasi dan mendukung melalui Srikandi BTN.
Selain itu, BTN juga telah mempekerjakan hampir 40 karyawan disabilitas di bagian pendukung bisnis.
"Kami juga sedang berfokus dalam meningkatkan literasi keuangan. Dengan berbagai tantangan terkait keuangan saat ini, kami meyakini literasi keuangan harus diajarkan sejak dini. Kami melihat hal-hal ini yang bisa dikolaborasikan dengan Puteri Indonesia yang dapat menyebarkan nilai positif bagi generasi muda," ujar Nixon.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro, menyampaikan bahwa misi BTN memiliki kesamaan dengan Puteri Indonesia dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Misi BTN sejalan dengan Puteri Indonesia, yaitu mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus membawa nilai keberlanjutan dalam setiap langkah. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperluas dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Wardiman.
Selain menggelar Talkshow bersama Jajaran Manajemen, para Puteri Indonesia juga melakukan kunjungan ke Digital Store di Menara 2 BTN. Para Puteri juga meninjau unit kerja Treasury BTN yang menjadi salah satu lini bisnis unggulan perseroan. (Hedi S)