Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau , Bandara Soekarno-Hatta Tutup Sementara Hingga Pukul 09.30
Minggu, 06 September 2026, 06:53 WIB
BISNISNEWS.id - Bandara Unternasional Soekarno-Hatta ttup sementara hingga pukul 09.30 Wib sebagai dampak penyeberan erupsi abu anak Gunung Krakatau Lampung.
Penutupan sementara bandara Soekarno-Hatta tersebut berdasarkan Notam A3344/26 NOTAMR A3341/26
Lokasi WIII - JAKARTA / Soekarno-Hatta Informasi Isi NOTAM
Aerodrome - Closed
Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports dalam keterangannya menegaskan, mengikuti prosedur keselamatan dan mengimbau kepada calon penumpang pesawat untuk memperhatikan informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai.
Total terdapat 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta.
Di rute internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali.
Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 dialihkan ke bandara lain.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan, khususnya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
Berdasatkan pemantauan, hasil paper test pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.35 WIB - 01.05 WIB menunjukan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Seokarno-Hatta.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, berdasarkan data monitoring per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, terdapat 33 penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang terdampak.
Pada Penerbangan internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Rute penerbangan yang terkena dampak yaitu penerbangan menuju dan dari Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).
Pada penerbangan domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan yang dialihkan. Rute penerbangan yang terdampak yaitu penerbangan dari dan ke Lampung (TKG), menuju Denpasar (DPS) dan menuju Surabaya (SUB).
Lukman menegaskan, Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada 6 September 2026, mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.
Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Ditjen Perhubungan Udara mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan jadwal. (Syam)