Dirjen Perkeretaapian Buka Suara Soal 100 Trainshet KRL Tua Diatas 30 Tahun Yang Masih Beroperasi
Senin, 26 Oktober 2026, 23:47 WIB
BISNISNEWS.id - Pemerintah akhirnya buka - bukaan soal sarana angkutan massal kereta api di Indonesia, khususnya kereta rel listrik (KRL).
KRL yang dioperasikan melayani masyarakat saat ini rata-rata usianya sudah di atas 30 tahun dan idealnya harus segera diremajakan dengan yang baru, agar lebih safety, aman dan nyaman.
Berdasarkan data, saat ini KRL yang usianya di atas 30 tahun dan masih tetap dioperasikan melayani masyarakat jumlahnya antara 90 - 100 trainshet atau sekitar 1.088 kereta.
Idealnya, kereta dengan usia teknis diatas 30 tahun harus segera dimusiumkan, karena beban biaya operasionalnya lebih tinggi dan mudah rusak.
Direktur Jenderal Perkeretaapian. Kementerian Perhubungan Ir. Allan Tandiono mengakui masih banyaknya kereta tua yang dioperasikan melayani masyarakat, khususnya KRL.
Kendati demikian, saat ini kereta itu tidak bisa di recall karena masih sangat dibutuhkan masyarakat.
" Kendati tua, namun dari sisi safety, kereta itu masih laik operasi. Safety menjadi prioritas kami dan itu yang tetap kami jaga," jelas Dirjen Allan Senin (26/10/2026) di Jakarta.
Kata Dirjen Allan, kalau sekarang ini kereta tua itu direcall, pelayanan kepada masyarakat pengguna kereta akan menurun dan terjadi kepadatan di sejumlah stasiun pemberangkatan.
" Kami mendorong PT. KAI segera memenuhi kebutuhan itu untuk menggantikan KRL tua. Setidaknya segera dipenuhinya pengadaan untuk 35 trainshet kereta baru yang telah disetujui pemerintah sejak tahun 2023 untuk memenuhi kebutuhan KRL di Jabodetabek," ungkap Dirjen Allan.
Sayangnya, ungkap Dirjen Allan, 35 trainshet baru KRL yang sudah berjalan sejak 2023 hingga kini belum sepenuhnya terealisasi.
Dari jumlah itu (35 trainshet) 11 trainshet dipesan dari perusahaan Tiongkok dan sebanyak 16 trainshet dipesan kepada PT INKA.
Pesanan 16 trainshet dari PT INKA tersebut, sebanyak sembilan trainshet belum selesai dan INKA menjanjikan tahun ini selesai dua trainshet.
Namun di luar pengadaan 35 trainshet baru yang telah berjalan, pemerintah seperti yang telah disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat hasil revitalisasi pada 2025, akan mengadakan 30 trainshet KRL baru untuk kebutuhan di Jabodetabek.
Pengadaan 30 trainshet KRL baru ini merupakan komitmen Presiden Prabowo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap angkutan massal di Jabodetabek yang kian sesak. Saat itu, Presiden menyampaikan akan menyuntikan dana sebesar Rp.5 triliun kepada PT KAI.
Menyikapi progres pengadaan 30 trainshet baru oleh Presiden Prabowo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, hal itu adalah komitmen presiden yang langsung kepada PT KAI.
" Kalau 30 trainshet KRL baru itu kan komitmen Pak Presiden, yang tahu itu PT KAI, karena kami sendiri tidak tahu skema yang dipakai," jelasnya. (Syam)