Dirut PTP Nonpetikemas Akui, Komunikasi Publik Yang Baik Mendongkrak Kinerja Perseroan
Rabu, 29 Juli 2026, 21:33 WIB
BISNISNEWS.id - Peran pelabuhan sebagai simpul utama rantai pasok nasional memerlukan dukungan komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani mengatakan, dukungan komunikasi publik tersebut, telah mendorong terjadinya peningkatan kinerja perseroan.
Dijelaskan, pada Semester I - 2026 kinerja PTP Nonpetikemas menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Hingga Juni 2026, perusahaan membukukan total throughput sebesar 26.799.777 ton/m³, atau mencapai 108 persen dari target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) serta tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Capaian tersebut, ungkap Indra didorong oleh peningkatan arus general cargo sebesar 6,64 juta ton (naik 10,89 persen secara tahunan), curah cair 6,23 juta ton (naik 24,07%), dan curah kering 12,57 juta ton (naik 25,74%), yang secara keseluruhan mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan di berbagai wilayah.
" Jelas ini, kinerja meningkat karena adanya keterbukaan dalam komunikasi publik," jelas Indra pada ajang PortPress 2026, di Gedung Musium Nasional, Rabu (29/7/2026).
Indra menegaskan bahwa, transformasi yang dilakukan perusahaan akan memberikan dampak yang lebih luas apabila masyarakat memahami peran pelabuhan sebagai penggerak logistik nasional dan pendukung pertumbuhan ekonomi.
"Ketika pemerintah mendorong hilirisasi mineral, swasembada pangan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan ekspor, maka kebutuhan terhadap terminal nonpetikemas akan meningkat. Sejalan dengan hal ini kami hadir untuk mendorong perekonomian daerah," ujar Indra
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari para pengguna jasa pelabuhan.
Head of Operations Meratus Line, Heri Cahyono, menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem logistik yang terintegrasi dan berdaya saing.
"Ketika pelabuhan itu cepat dan efisien, otomatis kami pelaku industri maritim akan perlu tambahan mengenai equipment yang diperlukan, kapasitas kapal yang ditingkatkan karena kecepatan itu ada batasnya dan harus diusahakan secara bersama. Maka, Indonesia sebagai negara maritim tidak akan pernah berhenti karena kebutuhan akan terus berputar," ujar Heri. (Syam)