Inilah Lintasan Penyeberangan Terpadat Saat Arus Mudik Lebaran dan Libur Panjang Nasional
Jumat, 20 Februari 2026, 10:38 WIB
BISNISNEWS.id - Jelang arus mudik Lebaran 2026, lintasan utama penyeberangan paling ramai dan cenderung padat oleh masyarakat yang akan menyeberang. Yakni lintasan Merak - Bakauheni dan Ketapang - Gilimanuk serta Padangbai.
Namun yang paling menjafi perhatian adalah di lintasan Merak - Bakauheuni yang menjadi urat nadi penghubung Jawa ke Sumatera atau sebaliknya, Jawa ke Bali dan ke - Lombok. Pelabuhan penyeberangan ini menjadi barometer kelancaran arus penumpang dan barang (logistik).
Bahkan, Kementerian Perhubungan, menempatkan Provinsi Banten di posisi lima besar wilayah dengan pergerakan tertinggi, berpotensi mencapai 11,17 juta orang, karena seluruh arus kendaraan dari Jakarta menuju Sumatera melintasi wilayah tersebut.
Khusus menuju Pelabuhan Merak, disiapkan lima titik utama delaying system yakni Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Merak, serta JLS Ciwandan untuk kawasan Pelabuhan Ciwandan
Selain itu, Kemenhub bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lima jalur penyeberangan sebagai contingency plan, yaitu Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, secara umum, seluruh fasilitas menc3gah kedadatan dan penumpukan telah disiapkan , teritama di lintasan Merak - Bakauheunim
“Untuk Pelabuhan Ciwandan–Pelindo akan melayani kendaraan roda dua dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, menjadi alternatif menuju Pelabuhan Panjang. Merak hanya melayani kendaraan pribadi dan bus, sementara Bojonegara melayani kendaraan truk besar. Strateginya adalah memecah arus dengan mengoptimalkan empat pelabuhan di wilayah Banten,” ujar Menhub Dudy.
Namun secara nasional Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas penyeberangan.
Sementara itu, dari sisi pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator pelabuhan penyeberangan dan kapal ferry, telah menyediakan kapasitas layanan melalui sistem tiket daring Ferizy dengan kuota awal lintasan tersibuk Merak–Bakauheni masing-masing mencapai lebih dari 1,5 juta tiket penyeberangan, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah mendekati periode puncak arus mudik.
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya.
Sementara, pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen. Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan konektivitas logistik tetap terjaga selama arus mudik dan balik Lebaran.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan kesiapan layanan dilakukan melalui penguatan armada, pelabuhan, sistem operasional, serta koordinasi intensif agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan tertib tanpa menghambat distribusi kendaraan maupun logistik.
Menurut Heru, pelayanan optimal menjadi prioritas sehingga pengalaman penyeberangan tetap terjaga selama periode mudik.
Berdasarkan proyeksi regulator, lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan dilalui sekitar enam juta penumpang.
Menjawab potensi lonjakan, ASDP menyiagakan 75 kapal sesuai pengaturan operasional serta menambah Dermaga Ekspres menjadi dua unit guna mempercepat proses muat kendaraan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Untuk mendukung operasional, ASDP menyiagakan 1.197 personel di Merak dan 786 personel di Bakauheni guna memastikan pengaturan kendaraan, pelayanan penumpang, serta pengawasan keselamatan berjalan maksimal.
Sejalan itu, masyarakat diimbau memesan tiket lebih awal melalui Ferizy yang dapat diakses sejak H-60, dengan tiket terkirim lewat WhatsApp maupun email serta pembayaran digital, sehingga jadwal perjalanan dapat direncanakan lebih pasti sekaligus menghindari antrean panjang saat periode puncak.
ASDP juga mengingatkan pengguna jasa untuk telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, melakukan perjalanan sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket, serta memastikan pengisian data dan identitas penumpang dilakukan secara lengkap dan benar guna mendukung kelancaran proses layanan selama periode Angkutan Lebaran. (Syam)