Jasa Marga (JSMR) Mencatat Core Profit Tembus Rp3,7 Triliun dan EBITDA Margin 67,0 Persen
Selasa, 03 Maret 2026, 16:21 WIB
BISNISNEWS.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan dengan perolehan core profit Rp.3,7 triliun dan EBIDA margin 67.0 persen, pada tutup tahun 2025.
Artinya sebagai emiten BUMN, perusahaan di sektor pengelolaan infrastruktur jalan tol ini, cukup sehat yang mampu menghasilkan kas dari operasi inti, dengan pendapatan usaha sebesar 5,8 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp19,8 triliun.
Peningkatan ini didorong oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun.
Selaras dengan hal tersebut, EBITDA Perseroan tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp13,3 triliun. Jasa Marga juga berhasil menjaga kestabilan kinerja Perseroan dengan capaian EBITDA Margin pada level
yang tangguh, yakni 67,0 persen.
Atas seluruh kinerja Perseroan yang positif tersebut, core
profit Perseroan tercatat stabil sebesar Rp3,7 triliun.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkapkan bahwa stabilitas core profit ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (yoy).
“Core profit dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan
secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024,” ujar Rivan.
Pada tahun 2024, Perseroan menggandeng mitra strategis melalui aksi korporasi equity financing PT JTT, dimana Perseroan tetap menjadi pengendali utama dengan
kepemilikan saham sebesar 65 persen.
Strategi ini terbukti mampu memperkuat kapasitas
keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan Perseroan.
“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan
resilien,” jelas Rivan.
Efek positif dari langkah tersebut tercermin pada perbaikan rasio solvabilitas di tahun 2025, yang ditunjukkan dengan peningkatan Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi
3,7x.
Di sisi lain, rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level yang sangat sehat, yakni 1,2x. Hal ini mengukuhkan kemampuan Perseroan dalam menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru. (Mut/Syam)