Jasa Marga MencatatArus Kendaraan Keluar Jabotabek Masih Tinggi, Capai 821 Ribu Kendaraan
Minggu, 31 Mei 2026, 23:37 WIB
BISNISNEWS.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, volume lalu lintas (lalin) keluar wilayah Jabotabek pada H-1 samoai H+3 Hari Raya Iduladha 1447H atau pada Selasa-Sabtu (26-30 Mei 2026) mencapai 821.849 kendaraan.
Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalin dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).
Total volume lalin yang keluar wilayah Jabotabek ini meningkat 11,15 persen jika dibandingkan dengan lalin normal (739.417 kendaraan).
Untuk distribusi lalin keluar Jabotabek menuju ke tiga arah, yaitu mayoritas sebanyak 381.379 kendaraan (46,4%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 234.187 kendaraan (28,5%) menuju arah Barat (Merak), dan 206.283 kendaraan (25,1%) menuju arah Selatan (Puncak).
Direktur Utama Jasa, Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa, bahwa hingga H+3 Iduladha atau Sabtu (30/05/2026), tren arus lalin yang keluar Jabotabek terpantau masih tinggi karena rangkaian libur panjang Hari Raya IdulAdha yang berdekatan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila.
Jasa Marga memprediksi arus lalin masuk Jabotabek akan mulai mengalami peningkatan pada hari ini, Minggu (31/05), dan berlanjut pada Senin (01/06).
Untuk mengantisipasi arus lalin keluar dan masuk Jabotabek, Jasa Marga memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait di antaranya Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum serta instansi dan lembaga lainnya yang terkait.
Salah satunya diwujudkan dalam penerapan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan pada Sabtu (30/05), Jasa Marga mendukung penuh diskresi Kepolisian dalam rekayasa lalu lintas _contraflow_ dari KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
“Jasa Marga terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh _stakeholder_ terkait dalam memantau perkembangan kondisi lalu lintas serta menyiapkan langkah-langkah penanganan yang diperlukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman,” kata Rivan. (Mut)