Kanal CBL Dangkal, Pelaku Industri Terancam Nyungsep, PNBP Tergerus, STL : Produktivitas Menurun
Jumat, 28 Maret 2025, 21:10 WIB
BISNISNEWS.id - Pasca banjir bandang yang memporakporandakan kawasan Bekasi dan sekitarnya meninggalkan sisa lumpur yang menyebabkan pendangkalan kanal Cikarang-Bekasi-Laut (CBL), dari sebelumnya 3 - 4 meter, kini kedalaman alur hanya tersisa 1 - 1,5 meter.
Tingkat pendangkalan itu menjadi ancaman serius bagi kapal yang lalu-lalang. Para pemilik kapal mengatakan, ada resiko besar, kapal yang masuk kanal bisa kandas terjebak lumpur.
Pedangkalan kanal CBL ini, menurut sejumlah pemilik galangan dan operator pelayaran yang ada di kawasan itu, bakal menurunkan produktivitas, termasuk juga di kawasan itu ada pembangkit listrik milik PLN yang pasokan batubaranya mengandalkan kapal tongkang.
Kanal yang menjadi kawasan lalu lintas kapal barang, diantaranya batu bara untuk pemasok pembangkit listrik, docking kapal dan perlengkapan docking karena di sepanjang kanal CBL terdapat galangan kapal.
Pelaku industri khawatir, bila kanal itu tidak segera dikeruk aktivitas kapal akan terhenti. Pasalnya, kanal CBL yang menjadi andalan para pelaku industri perkapalan tersebut, kini sudah sangat dangkal.
Kalau tidak segera diatasi, kanal CBL ini akan terbengkalai akibat pendangkalan. Sejumlah pelaku usaha mengatakan, untuk sementara ini, kanal CBL masih bisa dilewati kapal jenis tongkang, tapi kapal di luar tongkang, seperti kapal barang, tangker draftnya kurang memadai dan kapal bisa kandas terjebak lumpur.
Direktur Utama PT. Solo Trans Logistik (STL) Capt. Ridwan M.Mar, yang memiliki galangan kapal di kanal CBL berharap ada peran pemerintah di kawasan itu, untuk melakukan pengerukan alur, sehingga kegiatan lalu lintas kapal kembali normal.
Berdasarkan informasi, beberapa galangan di sepanjang kanal CBL, ada yang belum berani mengeluarkan kapal yang sudah diperbaiki dari galangan, khawatir kandas dan menunggu air pasang.
Kegiatan keselamatan pelayaran yang berada di bawah pengawasan KSOP Patimban ini, harusnya segera diatasi, sebab pendangkalan kanal CBL sudah terjadi beberapa tahun lalu dan belum ada niat melakukan pengerukan. Pendangkalan semakin bertambah akibat kiriman lumpur dan beragam matrial dari banjir bandang yang meluluhlantakan kawasan Bekasi baru-baru ini
" Kami dan pelaku usaha lainnya yang ada di kawasan CBL berharap ini segera dikeruk, agar aktivitas industri bisa kembali normal. Ada kapal yang sudah selesai diperbaiki di galangan kami, tapi menurunkannya menunggu air pasang agar tidak karam, karena lumpurnya sangat tinggi," jelas Ridwan.
Air di kawasan CBL ini juga belakangan sering kali meluap, karena sedimentasi yang sangat tinggi, sehingga sedikit saja ada kiriman air akan terjadi banjir
Pengerukan itu sendiri berfungsi
mendongkrak kelancaran lalu lintas kapal, dan menguntungkan pemerintah, karena semakin banyak kapal yang masuk, PNBP (pendapatan negara bukan pajak) juga semakin tinggi, tapi sebaliknya, bula terus terjadi pendangkalan dan industri kolaps, tidak ada lagi kapal yang masuk, PNBP juga ikut kandas
Menormalkan kedalaman kanal CBL ini juga dapat mengoptimalkan kanal sungai sebagai alternatif transportasi logistik yang dapat menekan biaya tinggi. (Syam)